Mengenal Lemonilo Crush Mei 2019: Atiit Si Sustainable Lady

16 Mei 2019 @ 21:58:12
Sejalan dengan komitmen menciptakan Indonesia sehat, Lemonilo terus berusaha menularkan energi positif dan mengikuti perkembangan zaman untuk menebarkan energi dan  pola hidup sehat yang gampang bagi Lemonizen. Kami memahami bahwa gaya hidup sehat bisa dimulai dengan mencari banyak wawasan dan inspirasi dari mereka yang sudah memulai dan sukses menerapkannya. 

Hasilnya, sebuah ekosistem yang sehat dimana banyak usaha untuk saling berbagi kiat dan inspirasi memulai gaya hidup sehat tercipta. Lemonilo mencari banyak orang hebat yang patut dan pantas menjadi panutan ketika melakukan gaya hidup sehat. Merekalah yang kemudian kami sebut Lemonilo Crush.

Pada bulan Mei yang penuh semangat ini, Lemonilo dengan bangga memperkenalkan Astri Puji Lestari atau yang kerap disapa Atiit sebagai Lemonilo Crush edisi Mei. Atiit si Sustainable Lady merupakan seorang Arsitek yang juga punya hobi masak dan travelling. Pola sustainable living yang ia terapkan sekarang dimulai sekitar 6 tahun lalu saat ia baru menikah dan pindah dari Bandung ke Jakarta. Bagi Atiit, pola hidup minimalis—meskipun ia tak menyebut dirinya seorang minimalist atau zero waster— ini membuatnya selaras dengan alam, hidup lebih nyaman, membuatnya kenal diri sendiri dan yang paling penting dapat hidup lebih sehat. 

Beberapa waktu lalu, Lemonilo berkesempatan menyambangi Atiit di rumah minimalisnya. Di sana Atiit berbagi cerita bagaimana mula ia menjadi sang sustainable lady dan mengupas hal-hal lain seputar sustainable living. Lemonizen, check it out ya!


Apa yang Menginspirasi Atiit Untuk Menjalankan Sustainable Living?

Atiit mulai punya ketertarikan pada isu lingkungan sudah sejak duduk di bangku SMA. Mulanya ia menjadi relawan pada sebuah organisasi lingkungan global Green Peace, namun hanya sebatas relawan yang memberi donasi. Setelah menikah dan pindah ke Jakarta baru kemudian ia terapkan kembali hal-hal yang dulunya hanya sebatas ketertarikan. “Ini sekitar lima hingga enam tahun terakhir, inspirasinya ya karena pengen hidup lebih nyaman, lebih santai, lebih bertanggung jawab, itu tujuan utamanya,” cerita Atiit.

Apa Sih Kesulitannya  Menjalankan Pola Hidup Sustainable?

Menurut Atiit, kesulitan menerapkan pola sustainable living kerap datang dari sendiri dan ini yang paling berat, biasanya karena malas dan sering kali lupa. “Kalau cuma sekadar dengarin komentar orang bukan masalah yang terlalu besar sih, yang paling besar justru kenalan dan melawan diri sendiri.” Pun demikian, baginya rasa demotivated wajar datang sekali waktu dan saat perasaan itu muncul ia menerima tanpa berusaha menolaknya. Di luar keinginannya untuk punya kehidupan ideal menurut mata sendiri, bagi Atiit perasaan semacam itu justru datang untuk mengingatkan bahwa ia juga manusia biasa. 

“Aku akan menerima, nggak selalu dilawan, kadang diajak kenalan kalau ternyata aku juga punya rasa malas dan masih pengen makan yang instan, pengennya lagi males sama tanggung jawab.” Bagi Atiit mengikuti perasaannya adalah bentuk memanusiakan dirinya sebagai manusia. “Aku nggak akan melakukan sesuatu yang memberatkan diri sendiri, aku lakuin itu dengan sadar,” pungkasnya.

Seberapa  Berpengaruh Pola Sustainable Living Ini dalam Hidup Atiit?

Sekecil-kecilnya pengaruh menerapkan pola hidup sustainable ini adalah pengaruh bagi diri Atiit pribadi dan kesehariannya. Misal, pola hidup sederhana ini membuat Atiit hidup lebih sehat karena hanya mengkonsumsi apa yang dibutuhkan tubuh saja, ia juga mulai menerapkan food prep. Sisanya, bisa berpengaruh untuk lingkungan. “Apalagi sekarang kita hidup di social media world di mana kita nggak cuma kenal sama orang yang kenal sama kita aja, bisa aja kita saling kenal sama orang-orang yang sebenarnya nggak ada irisannya sama kita di dunia nyata.” Jadi, ini cukup berpengaruh menurut Atiit.

Apa Pencapaian Terbesar dalam Hidup Atiit?

Meski menurutnya klise, tapi Atiit menjawab ada tiga pencapaian terbesar dalam hidupnya: saat merasa dirinya ternyata nggak ‘se-powerless itu’, saat dirinya bisa melakukan sesuatu, lalu saat dia punya tujuan dan ada impact yang dihasilkan dari tujuannya. “Itu 3 pencapaian terbesar dalam diri gue,” kata Atiit.

Target Atiit Tahun Ini?

“Targetnya, tahun ini ingin bikin buku dan itu belum kesampaian kelihatannya,” jawab Atiit. Karena ia juga baru membuat youtube channel jadi tahun ini targetnya Atiit akan fokus untuk menstabilkan jadwal upload untuk setiap postingan di channel youtubenya.

Artikel Terkait

4 Langkah Menciptakan Pertemanan Sehat
Secara psikologi, penting bagi manusia untuk memiliki kedekatan dengan orang lain. Pernah bayangkan bagaimana jika kamu ..
Shella Rafiqah Ully
10 Mei 2019
4 Bahaya Alergi Makanan yang Harus Kamu Waspadai
Lemonizen tau nggak pekan ini diperingati sebagai Allergy Awareness Week? Saat mendengar kata alergi, kira-kira apa nih&..
Shella Rafiqah Ully
29 April 2019
3 Hal Kecil Berdampak Besar yang Bisa Kamu Lakukan Agar Bumi Tetap Layak Huni
Awal April tahun ini penduduk dunia digemparkan oleh berita menyedihkan: seekor paus jenis sperma yang tengah mengandung..
Shella Rafiqah Ully
22 April 2019