Mengenal Penyakit Lupus, Autoimun Si Peniru Ulung

20 Mei 2020 @ 15:45:27
Lemonizen, kamu tahu nggak kalau tepat 10 Mei kemarin diperingati sebagai Hari Lupus Sedunia dimana merupakan seruan kepada seluruh seluruh pihak untuk meningkatkan penelitian, kepedulian dan pelayanan kesehatan pasien lupus di seluruh dunia. Juga untuk meningkatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat tentang penyakit lupus.

Penyakit lupus menjadi salah satu masalah kesehatan global yang sudah menyerang orang di seluruh dunia. Meski begitu, sedikit orang yang mengetahui tentang bahaya penyakit ini. Yuk, simak informasi di bawah ini agar Lemonizen lebih paham tentang gejala, penyebab dan pencegahan penyakit lupus.

Apa itu lupus?

Seperti yang disampaikan oleh Yayasan Lupus Amerika, Lupus adalah penyakit kronis jangka panjang yang dapat menyebabkan peradangan dan rasa sakit di bagian tubuh manapun. Lupus termasuk penyakit autoimun yang berarti sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sehat alih-alih melawan infeksi.

Lupus menyerang banyak organ terutama kulit, sendi, ginjal dan jantung sehingga gejala yang timbul karena penyakit ini sangat bervariasi. Siapa saja dapat menderita lupus, meskipun penderita penyakit ini lebih banyak perempuan usia produktif (15-50 tahun) dibanding laki-laki.

Apakah Systemic Lupus Erythematosus (SLE) Berbahaya?



Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika menyebutkan bahwa systemic lupus erythematosus (SLE) adalah jenis lupus yang paling umum. Hingga kini penyebab SLE tidak diketahui, tapi dipercaya berkaitan dengan lingkungan genetik dan hormonal.

Sampai saat ini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan penderita lupus, tetapi intervensi medis dan perubahan gaya hidup dapat membantu mengendalikannya. Gejala dan tingkat keseriusan SLE berkisar dari yang ringan hingga mengancam nyawa. Penyakit ini harus dirawat oleh dokter atau tim dokter spesialis.

Orang dengan lupus apabila memahami lupus secara menyeluruh, mendapatkan perawatan medis yang tepat, dan melakukan pencegahan timbulnya gejala dapat meningkatkan kualitas hidupnya secara signifikan. 

Apa saja gejala penyakit lupus?

Penderita SLE dapat mengalami berbagai gejala yang berbeda di tiap orangnya mulai dari yang ringan hingga berat. Gejala ini meliputi kelelahan, ruam kulit, demam, dan nyeri atau pembengkakan pada persendian. Diantara beberapa orang dewasa, ada yang memiliki gejala SLE—disebut flare terjadi begitu sering, beberapa tahun sekali, hingga yang gejalanya hilang begitu saja—disebut remisi.

Gejala lainnya adalah tingkat sensitifitas pada sinar matahari, sariawan, radang sendi, ruam pada kulit pipi dan hidung, masalah paru-paru, masalah jantung, masalah ginjal, kejang, psikosis, serta kelainan imunologis dan sel darah lainnya.

Tanda khas dari kondisi ini adalah ruam wajah yang menyerupai sayap kupu-kupu.

Yuk, lakukan SALURI!



Seperti yang disarankan oleh Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kemenkes RI, saluri adalah PerikSa LUpus SendiRI yaitu cara mengenali lupus dalam diri. Sadari lupus sejak dini dengan mencermati sederet gejala dan tanda tanyanya untuk diagnosis awal dan perawatan yang tepat.

Hal-hal yang diperiksa adalah:
  • Persendian sering terasa sakit, nyeri, atau bengkak lebih dari 3 bulan
  • Sering demam di atas 38 derajat celcius tanpa sebab yang jelas
  • Nyeri dada selama beberapa hari saat menarik napas
  • Sering merasa sangat lelah dan sangat lemas bahkan setelah beristirahat
  • Terdapat protein pada pemeriksaan urin
  • Kulit hipersensitif pada sinar matahari
  • Sering mengalami serangan kejang
  • Terdapat ruam kemerahan berbentuk kupu-kupu yang melintang dari pipi ke pipi
  • Mengalami kelainan darah seperti anemia, leukositopenia atau trombositopenia
  • Pernah sariawan lebih dari 2 minggu
  • Jari tangan dan jari kaki pucat, kaku atau tidak nyaman di saat dingin
Bila Lemonizen mengalami minimal 4 hal di atas, segera konsultasikan dengan dokter ya!

Diagnosis dini dan perawatan yang tepat dapat membantu mengurangi efek merusak SLE dan meningkatkan kualitas hidup penderita SLE. Keterlambatan diagnosis dan buruknya perawatan SLE dapat menyebabkan lebih banyak komplikasi dan meningkatkan resiko kematian.

Yuk, waspada mulai dari sekarang, Lemonizen! Kamu bisa mulai dengan lakukan SALURI pada diri sendiri dan orang lain. Yuk, bersama-sama kita bergandeng tangan dan tetap tegar menghadapi lupus. Tetap jaga kesehatan, Lemonizen!

Artikel ini telah di-review oleh Tim Dokter Mamanesia (dr. Pritta Diyanti, dr. Rizqii Nurdini, dan dr. Kanya Tania)

Artikel Terkait

Triclosan & SLS/SLES: Bahan Kimia Berpotensi Bahaya dalam Hand Sanitizer
Cek kembali, apakah hand sanitizermu mengandung dua bahan kimia berpotensi bahaya berikut?..
Shella Rafiqah Ully
10 Juli 2020
Olahraga Plank, Inilah 5 Manfaat yang Kamu Dapatkan
Plank adalah salah satu jenis olahraga yang sangat bermanfaat untuk tubuh. Inilah berbagai manfaat olahraga plank..
Rizki Indra
02 Juli 2020
Kenali Penyakit Liver, Inilah Gejala dan Cara Menghindarinya
Yuk cari tahu informasi seputar gejala liver dan cara untuk menghindarinya disini!..
Rizki Indra
02 Juli 2020