Lemonilo
Kategori
Search Icon
Cart
Lemonilo
Home Icon
Keluarga

Mengenal Pola Asuh Otoriter Serta Dampak Bagi Sang Anak

Rizki Indra
Rizki Indra
16 Nov 2021
Clock Icon
3 menit
Pola asuh otoriter adalah pola asuh yang sebaiknya dihindari.

Ada banyak metode pengasuhan anak yang bisa Lemomoms terapkan, salah satunya adalah pola asuh otoriter. Pola asuh otoriter adalah jenis metode pengasuhan yang bisa dibilang terlalu keras untuk anak. Betulkah hal itu? Jika memang memiliki dampak buruk, ada baiknya para orang tua memahami karakteristiknya agar bisa menghindari berlaku otoriter.


Memiliki anak yang patuh, disiplin, dan menjalani kehidupan terorganisir sesuai aturan, mungkin akan tampak membanggakan. Sayangnya, untuk mencapai hal ini, tak jarang orang tua menerapkan metode pengasuhan otoriter yang bersifat keras dan mengekang. Berikut ini beberapa karakteristik orang tua otoriter.

1. Memiliki Ekspektasi Tinggi Terhadap Anak


Orang tua yang bersikap otoriter biasanya memiliki ekspektasi terlalu tinggi, sehingga memberikan banyak aturan yang mengekang agar anak sesuai harapannya. Aturan tersebut bertujuan untuk membuat anaknya tetap berada pada jalur yang mereka anggap benar dalam menciptakan anak sempurna.

2. Tidak Memiliki Kedekatan Emosional dengan Anak


Umumnya, untuk menjaga wibawa dan kuasa terhadap anak, para orang tua otoriter ini membatasi kedekatannya dengan anak. Alih-alih memberikan kehangatan dan dukungan, mereka justru lebih memberikan judgement, menyikapi kesalahan anak dengan amarah dan kurang menghargai.

3. Cenderung Memberikan Hukuman Fisik


Karakteristik lain pada pola asuh otoriter ini adalah langsung memberikan hukuman fisik kepada anak yang melakukan kesalahan. Hal ini bahkan sebelum si kecil menjelaskan alasannya, atau kejadian sesungguhnya. Orang tua cenderung bereaksi cepat dan negatif terhadap perilaku anak yang melanggar aturannya.

4. Tidak Menghargai Pendapat Anak


Selanjutnya, orang tua otoriter juga sering membuat keputusan sendiri untuk si kecil, tanpa mendengarkan pendapatnya. Mereka hanya menuntut kepatuhan anak dan tidak mentolerir bantahan. “Tidak usah membantah, Ayah Ibu tahu yang terbaik untukmu.” Kalimat ini sering terucap, bahkan meskipun anak sudah beranjak dewasa.

5. Menanamkan Rasa Malu dan Takut Berlebihan Kepada Anak


Ciri-ciri lain dari pola pengasuhan otoriter adalah mempermalukan anak di depan umum, ketika ia berbuat salah. Ayah dan ibu beranggapan bahwa rasa malu itu akan membuat anak jera dan tidak mengulanginya lagi. Selain rasa malu, anak juga sering merasakan takut.


Anak-anak yang berada di bawah pola pengasuhan otoriter ini cenderung takut berbuat salah. Mereka merasa ngeri jika membayangkan amukan orang tuanya dan hukuman fisik yang bakal diterima. Sayangnya, pada akhirnya bukan kedisiplinan dan tanggung jawab yang tumbuh, melainkan rasa trauma.

Akibat Buruk yang Terjadi Pada Anak di Bawah Pengasuhan Otoriter

Orang tua yang banyak menuntut, cenderung kasar, dan sering memberikan hukuman fisik, tentu akan memberikan dampak buruk terhadap anak. Bukannya membuat anak menjadi disiplin, justru menumbuhkan rasa takut dan kebencian dalam hatinya. Berikut ini beberapa akibat buruk yang terjadi pada anak korban sikap otoriter orang tua.

  • Anak akan tertekan akibat rasa takut dan malu.
  • Hilangnya rasa percaya diri yang tidak mampu membuat keputusan sendiri.
  • Sering merasa tidak nyaman saat berada di rumah atau ketika dekat dengan orang tuanya.
  • Ada potensi anak mengalami depresi.
  • Sifatnya cenderung pemurung dan sulit mengekspresikan rasa bahagia.
  • Sebagai peniru ulung, anak akan mencontoh perilaku kasar orang tuanya dan melakukannya kepada teman, binatang, atau suatu benda yang dianggap lebih rendah darinya.
  • Saat beranjak remaja dan sudah memiliki ego sendiri, anak cenderung bersikap seperti pembangkang dan egois terhadap orang tua, maupun lingkungannya.

Melihat banyaknya dampak buruk terhadap anak, kesimpulannya bahwa pola asuh otoriter adalah metode yang sebaiknya tidak orang tua terapkan. Hal ini karena anak justru berpotensi menjadi depresi dan berperilaku buruk, terutama kepada orang lain. Jadi, sebaiknya pertimbangkan lagi jika memang Lemoparents ingin menerapkan pola asuh ini, ya.

Komentar
Belum ada komentar.

Customer Service

(+62) 21 4020 0788

Alamat

Unifam Tower Unit 2FG
Jl. Panjang Blok A3 No. 1 Kedoya Utara, RT.2/RW.7
Jakarta Barat, DKI Jakarta 11520
Indonesia

Ikuti Kami

Download Aplikasi Kami

Lemonilo
Lemonilo
Copyright © 2016-2021 PT. Lemonilo Indonesia Hebat. All rights reserved.