Mengenal Sensory Play yang Berjasa Bagi Tumbuh Kembang si Kecil

16 Jun 2020 @ 16:07:23
Apa yang terlintas dalam benak Lemoparents begitu mendengar kata sensory play?

Berantakan, melibatkan banyak sentuhan dan tekstur, memiliki berbagai warna, seru, diperuntukan anak-anak, dan mungkin berbagai hal lainnya. Sesungguhnya, sensory play lebih dari sekadar berbagai macam tekstur dan mainan berwarna-warni.

Sejak lahir hingga usia dini, anak menggunakan inderanya untuk eksplorasi dan memahami dunia di sekitar mereka. Mereka melakukan ini dengan cara menyentuh, merasa atau mengecap, melihat, mendengar, dan bergerak.

Memberikan kesempatan pada anak untuk secara aktif menggunakan indera mereka dalam mengeksplorasi dunia di sekitarnya merupakan hal yang penting untuk perkembangan otak anak. Hal ini membantu membangun jaringan syaraf di otak. 



Sensory play juga membantu anak mengembangkan kemampuan belajar, mendukung perkembangan kognitif, perkembangan bahasa, perkembangan motorik kasar dan halus, interaksi sosial, serta kemampuan penyelesaian masalah.

Selama ini kita mengenal 5 macam panca indera. Pertama, pengecap yang membuat kita dapat merasakan manis, asam, asin, pahit, dan gurih. Sel perasa di bagian depan dan belakang lidah serta mulut bagian atas mampu mendeteksi kelima rasa tersebut. Kedua, peraba yang berperan agar kita dapat menyadari adanya sentuhan, tekanan, panasnya suhu di sekitar kita, getaran, hingga rasa sakit. 

Ketiga, penciuman yang menurut para ahli indera, penciuman manusia dapat mengenali lebih dari 1 triliun aroma. Keempat, penglihatan yang berfungsi saat cahaya diproses oleh mata dan ditafsirkan oleh otak. Kelima, pendengaran, telinga manusia merupakan labirin yang rumit. Sebab ia harus bekerja keras agar suara yang kita dengar dapat diterima oleh otak.



Selain kelima indera yang dikenal, kita masih sering melupakan dua indera lainnya, antara lain body awareness (dikenal juga dengan sebutan proprioceptive) dan keseimbangan. 

Body awareness merupakan respon yang diterima otak kita dari stretch receptors di otot dan pressure receptors di persendian yang memungkinkan kita menyadari di mana posisi badan kita dalam ruang. Sedangkan keseimbangan adalah stimulasi di sistem vestibular yang ada di telinga bagian dalam untuk membantu kita menyadari posisi tubuh terkait gravitasi.

Berhubungan dengan indera yang dimiliki manusia, sensory play bertugas untuk menstimulasi indera pada anak-anak. Sensory play merupakan aktivitas yang menstimulasi indera anak: perabaan, penciuman, pengecapan, penglihatan, pendengaran, keseimbangan, dan pergerakan. Kegiatan sensoris mengajak anak untuk menggunakan scientific process ketika mereka bermain, menciptakan sesuatu, mengamati, dan eksplorasi.



Kegiatan sensoris memungkinkan anak untuk menciptakan ambang baru terhadap berbagai stimulus sensoris yang diterima, membantu otak untuk menciptakan koneksi yang lebih kuat antara proses dan respon terhadap berbagai input sensoris. 

Misalnya, ada seorang anak yang tidak dapat menikmati bermain di playground karena menurutnya terlalu bising. Berbagai suara yang ada dianggap sama pentingnya sehingga ia sulit mendengar teman yang berbicara kepadanya. Melalui sensory play, anak belajar untuk mengeksplorasi berbagai suara dan dapat membedakan mana suara yang penting dan tidak penting. Ketika anak tersebut dapat fokus pada suara yang menurutnya penting dan mengabaikan suara lainnya, ia dapat lebih menikmati kegiatan bermainnya. 

Contoh lain yang mungkin familiar dengan kita adalah anak yang sangat susah sikat gigi karena ia terlalu sensitif terhadap sentuhan. Sentuhan bulu sikat gigi yang lembut dirasakan seperti jarum-jarum yang menusuk. Sikat gigi menjadi momen yang menakutkan bagi anak. Ia selalu menangis, menjerit, dan meronta-ronta setiap kali menyikat gigi.

Melalui kegiatan sensoris, anak terpapar dengan berbagai sentuhan, aroma untuk dihirup, serta berbagai tekstur untuk diraba tanpa adanya tuntutan apapun. Ketika anak mulai percaya dan memahami bahwa tekstur ini aman, ia akan lebih nyaman ketika menyikat gigi.

Sensory play membantu anak untuk memahami bahwa stimulus sensoris yang mereka terima melalui indera bukanlah sesuatu yang berbahaya. Pada akhirnya, hal ini dapat mempengaruhi pilihan mereka dan perilaku yang mereka tampilkan.

Kegiatan paling sederhana untuk menstimulasi sensori anak adalah bermain di alam terbuka. Alam menyajikan begitu banyak stimulasi sensoris. Suara burung-burung dan dedaunan yang tertiup angin, warna-warni tumbuhan, tekstur dari rumput, aroma bunga-bungaan, serta pepohonan untuk dipanjat.

Artikel Terkait

Klarifikasi Atta Halilintar dan Aurel Sempat Bertengkar, Ternyata Rebutan Mie Lemonilo!
Atta juga menyiapkan makan malam romantis dengan hidangan mie instan Lemonilo kesukaan aurel..
Shella Rafiqah Ully
23 September 2020
Wow, Sehat bareng Keluarga A6! Gowes Sambil Keliling Pantai di Bali
Aktivitas bersepeda yang dilakukan keluarga Hermansyah tentunya memberi banyak manfaat kesehatan..
Shella Rafiqah Ully
22 September 2020
5 Manajemen ASIP untuk Ibu Bekerja Agar Stok ASI Tercukupi
Memerah ASI juga membutuhkan manajemen yang baik agar jumlah yang diproduksi mencukupi kebutuhan bayi..
Shella Rafiqah Ully
18 September 2020