Menghitung Kalori Saja Belum Cukup untuk Diet

19 Okt 2016 @ 14:47:11
Menghitung Kalori Saja Belum Cukup untuk Diet
Kalori adalah energi yang terkandung dalam makanan yang kemudian akan digunakan tubuh untuk  beraktivitas. Penghitungan kalori didasarkan pada asumsi bahwa jika seseorang mengalami penambahan berat badan, berarti ia mengonsumsi kalori lebih banyak daripada yang dibakar. 

Ide untuk menghitung kalori makanan sebenarnya baru muncul di abad 20, saat seorang ahli gizi, Jonny Bowden, PhD, CNS, menulis buku berjudul Low Carb Life: Choosing the Diet that's Right for You from Atkins to Zone. Dari situlah ilmuwan Wilbur Atwater mengasumsikan bahwa tiap makanan memiliki kandungan sejumlah “energi.” Sejak itu, orang mulai menghitung antara kalori yang dikonsumsi dan dibakar dengan melakukan kegiatan.  

Lemak, protein, dan karbohidrat, dan beberapa jenis nutrisi adalah sumber energi utama tubuh. Penghitungan dilakukan sebagai berikut: 

Gunakan kalkulator basal metabolic rate (BMR) yang tersedia di internet. BMR ini menunjukkan jumlah kalori yang dikonsumsi saat istirahat dan tidak melakukan apapun.

Dapat juga dilakukan dengan rumus berikut:
  • Untuk wanita: 655+(4,3x berat badan dalam pounds)+(4,2xtinggi badan dalam inchi) – (4,7x usia dalam tahun).
  • Untuk pria: 66+(6,3x berat badan dalam pounds)+(12,92xtinggi badan dalam inchi) – (5,8xusia dalam tahun)
Angka yang muncul adalah kalori yang perlu dibakar tubuh. 

Dalam pelaksanaannya, misal, 3500 kalori setara dengan 0,45 kilogram lemak. Maka untuk menghilangkan 0,45 kg lemak tersebut, Anda harus membakar setidaknya 3500 kalori. Maka jika Anda membakar 500 kalori sehari, dalam seminggu Anda sudah membakar 3500 kalori tersebut. 

Namun ada beberapa peneliti lain yang kemudian beranggapan bahwa penghitungan kalori bukanlah satu-satunya cara untuk menyeleksi makanan dan minuman yang akan dikonsumsi. 
Menurut Lisa R. Young, PhD, RD, penulis The Portion Teller Plan, misalnya, makanan berkalori tinggi yang mengandung serat dapat membuat kita lebih cepat kenyang sehingga tidak mengonsumsi kalori ekstra. 

Meski sudah menghitung kalori, tetapi tiap jenis makanan, baik yang mengandung karbohidrat, protein, dan lemak memiliki karakteristik berbeda-beda. Beberapa makanan memproduksi efek hormon yang mengakibatkan pelepasan gula, sementara yang lain menyebabkan penyimpanan lemak, dan yang lain lagi membentuk otot. 

Kalori sebenarnya sulit untuk dihitung secara tepat. Penghitungan yang akurat umumya hanya dapat dilakukan di laboratorium. Terutama jika secara satuan makanan atau minuman tersebut berjumlah banyak. Penghitungan kalori yang tidak tepat ini akhirnya membuat kita kurang tepat mengonsumsi makanan yang sesuai perhitungan. 

Meski tidak akurat, tapi secara umum, penghitungan kalori dapat digunakan untuk mengganti makanan tertentu dengan makanan atau minuman lain yang lebih tidak mengandung lemak. Contohnya sebagai  berikut:

  • Semangkuk brokoli mentah mengandung 31 kalori, sementara semangkuk es krim cokelat dalam jumlah yang sama mengandung setidaknya 285 kalori. 
  • Ganti 0,5 L latte aneka rasa (250 kalori) dengan kopi hitam 0,5 L (0 kalori).
  • Soda lemon 0,5 L (200 kalori) sebaiknya diganti dengan air mineral 0,5 L (0 kalori).
  • Susu Full Cream 0,2 L (150 kalori) bisa diganti dengan skim milk 0,2 L (90 kalori).

Di samping itu, berikut cara-cara yang dapat dilakukan untuk menjaga berat badan berdasarkan pemahaman kalori
  • Perkecil porsi makanan yang Anda konsumsi. Ini bisa dilakukan dengan menggunakan mangkuk atau piring yang lebih kecil. 
  • Rutinlah berolahraga serta gunakan aplikasi penghitung kalori pada ponsel pintar saat berolahraga untuk mengetahui kalori yang dibakar. Kalori yang dibakar saat berolahraga lebih mudah dihitung karena umumnya penghitungan dilakukan menggunakan dasar jarak, durasi olahraga, dan detak jantung. 
  • Untuk mengetahui nutrisi produk, terutama camilan, cek kadarnya pada label kemasan makanan. 

Hal yang lebih penting lagi, daripada memilih makanan dengan kalori rendah, lebih baik konsumsi makanan yang mengandung nutrisi tinggi tapi kalorinya lebih cepat dibakar.

Baca juga blog kami: Aneka Cemilan Sehat untuk Diet

Ditulis oleh:

Artikel Terkait

Serba-serbi Diet Ketogenik dan Manfaatnya
Diet Ketogenic atau yang terkenal dengan “diet keto” merupakan salah satu jenis diet yang sedang naik daun di Indon..
V Istarinda
05 Mei 2017
Kunci Rahasia Menurunkan Berat Badan Anti Yo-yo
Kamu sedang ingin menurunkan berat badan?Lakukan 3 kunci rahasia mudah dalam menurunkan berat badan berikut ini. Dengan ..
S Nurfauzia
06 April 2017
Aneka Cemilan Sehat untuk Diet
Kebiasaan menikmati cemilan dianggap sebagai salah satu penyebab peningkatan berat badan. Padahal, anggapan tersebut tid..
OT Handoko
23 Februari 2017