Mindful Eating: Menaruh Perhatian pada Makanan

21 Des 2017 @ 14:45:01
“Hayo, makan harus dihabiskan. Nanti nasinya nangis loh.”
“Dek, jangan makan banyak-banyak. Nanti kamu gendut!”

Anda mungkin familiar dengan beberapa ujaran orang tua ketika makan berikut. Pada waktu kecil, orang tua Anda mungkin mengingatkan beberapa hal seperti harus menghabiskan makanan ataupun tidak boleh makan terlalu banyak. Pada dasarnya, beberapa hal tersebut punya maksud baik untuk tidak membuang makanan atau menghindari obesitas di waktu kecil. 

Sayangnya, hal ini terus berlanjut hingga Anda dewasa. Secara psikologis, hal tersebut mempengaruhi pikiran Anda dalam mengonsumsi makanan. Anda jadi enggan untuk menyisakan makanan padahal perut Anda sudah cukup kenyang dengan makanan tersebut. Anda juga merasa harus memilih-milih makanan untuk menghindari kegemukan. Perasaan semacam ini membuat Anda akan makan secara diam-diam serta merasa malu atau bersalah saat mengonsumsi makanan. 

Kebiasaan serta pengalaman yang Anda dapatkan seperti yang telah dijabarkan di atas dapat merusak pandangan Anda terhadap makanan. Anda jadi bingung untuk memahami arti sehat pada sebuah makanan. Di sisi lain, persepsi Anda terhadap peran makanan pun menjadi kabur. Anda seharusnya merasa mengalami perasaan yang menyenangkan ketika makan, tetapi malah menjadi siklus makan yang tidak sehat. Muncul rasa bersalah saat makan, serta kurang kontrol dalam mengonsumsi makanan.

Semua Orang Suka Makan

Semua orang suka makan? Ya, tentu! Siapa yang tidak suka makan? Jika ditanyakan satu per satu, mereka mungkin punya makanan favorit untuk dikonsumsi. Jenis makanan favorit inilah yang membuat orang tersebut menikmati makanan yang dihidangkan dengan perasaan senang dan bahagia. Alhasil, makanan yang dimakan dapat terserap baik nutrisi dan energinya. 

Sebaliknya, perasaan bosan, terburu-buru, terganggu, dan pengalaman buruk terhadap suatu jenis makanan membuat Anda tidak dapat menikmati suatu sajian makanan atau minuman. Hal ini berakibat pada manfaat dan nutrisi yang diberikan makanan terhadap kesehatan tubuh Anda.

Apa itu Mindful Eating?

Mindful eating adalah kondisi saat Anda makan dimana Anda memberikan perhatian penuh pada setiap detil yang terdapat pada makanan Anda, seperti rasa, aroma, tekstur, suhu, hingga penampilan. Mindful eating tidak berarti Anda sedang diet, pun juga tidak menjamin mampu mengurangi berat badan. Namun, mindful eating membantu Anda dalam merasakan kepuasan dari setiap makanan yang Anda konsumsi.
 
Dengan mindful eating, Anda dapat menciptakan dan mengembangkan hubungan yang sehat dengan makanan. Anda bisa jadi lebih cermat terhadap detil dari makanan yang kita makan. Hal ini justru akan membuat kita lebih puas terhadap apa yang kita makan dan menghasilkan perasaan kenyang sungguhan. Anda juga tidak melihat makanan sebagai musuh, sehingga harus dibatasi dalam konsumsinya.

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan

Dikutip dari buku Eat, Drink, and Be Mindful yang ditulis oleh Susan Albers, ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika Anda ingin menerapkan mindful eating dalam kehidupan sehari-hari Anda.

  • Suhu makanan.Mindful eating akan membuat Anda lebih peka terhadap suhu makanan yang Anda makan. Hal ini juga memberikan pemahaman waktu yang tepat untuk memakan suatu jenis makanan, misalnya sup hangat waktu hujan atau es krim waktu cuaca panas. 
  • Aroma. Aroma jadi satu poin penting yang paling dirasakan orang ketika hendak menyantap makanan. Aroma yang baik tentu akan membuat Anda lebih puas menikmati suatu makanan. Sebaliknya, aroma yang kurang enak akan membuat Anda kurang enak dalam mengonsumsi suatu makanan, sehingga rasa puas ketika makan akan berkurang.
  • Kecepatan. Coba perhatikan seberapa cepat Anda menghabiskan makanan? Anda termasuk dalam kategori yang makan secara perlahan atau menghabiskan dengan cepat ketika ada makanan di depan mata. Makan perlahan tentu akan lebih membuat Anda menikmati dan puas dengan makanan yang tersaji, dibandingkan dengan makan yang cepat. 
  • Tekstur. Dalam mengonsumsi makanan Anda, cobalah untuk mengenali tekstur dari makanan Anda, apakah teksturnya renyah, lembut, kenyal, ataupun berminyak. Makan makanan yang sesuai teksturnya dengan keinginan Anda tentu akan lebih puas ketika mengonsumsinya, daripada yang tidak.
  • Pengalaman. Ketika Anda memakan makanan yang asin, pedas, manis, atau asam, bagaimana reaksi yang Anda tunjukkan? Menikmatinya, merasa tidak peduli, kaget, atau malah menjijikan?

Bagaimana Cara Menerapkan Mindful Eating?

  • Menilai Tingkat Kelaparan
Hal pertama adalah menilai seberapa laparkah Anda. Banyak orang yang justru terjebak pada rasa lapar karena hanya berdasarkan perasaan dan sugesti semata. Anda perlu menilai lagi apakah perut anda benar-benar keroncongan atau Anda secara emosional sudah merasa lelah dan kesal. Menilai lapar sungguhan akan membuat Anda lebih senang menikmati makanan sehingga nutrisi makanan terserap lebih optimal.
  • Makan Secara Perlahan
Pernahkah Anda mendapat anjuran dari orang tua untuk makan pelan-pelan? Hal merupakan hal yang baik dan menjadi bagian dari mindful eating. Sebagian orang memilih untuk makan secara cepat karena ada aktivitas yang harus dikerjakan selanjutnya. Hal ini menyebabkan makan menjadi tidak nikmat. Tubuh juga menjadi sulit untuk mencerna makanan yang ada dan memberi tanda jika sudah makan terlalu banyak.
  • Libatkan Indera dalam Pengalaman Makan
Saat mengonsumsi makanan, pastikan Anda melibatkan seluruh panca indera yang Anda miliki. Dengan melibatkan indera, Anda dapat mencium aromanya, mengenali teksturnya, atau melihat tata letak makanan yang disajikan. Dengan melakukan ini, Anda dapat menambah kenikmatan makanan atau minuman yang sedang Anda konsumsi sehingga kepuasan dan rasa kenyang lebih cepat datang.
  • Makan dalam Diam
Untuk melakukan mindful eating, cobalah mengonsumsi makanan Anda tanpa gangguan dari handphone, tablet, televisi, atau hal lain yang menganggu perhatian dan hanya fokuskan pada proses konsumsi Anda. Coba lakukan ini di lima menit pertama saat Anda makan sehingga Anda dapat makan dalam diam. Anda akan menikmati sensasi yang dirasakan serta mengindikasikan kalau sudah kenyang.

Mari Coba Terapkan dari Sekarang!

Mindful eating mungkin menjadi suatu hal yang baru bagi Anda, bahkan terdengar sulit untuk dilakukan. Meskipun begitu, bukan berarti Anda tidak mungkin untuk menerapkannya. Ketika Anda terbiasa untuk makan secara perlahan, Anda akan dapat menikmati makanan secara lebih dalam. Anda bisa menentukan suka atau tidak sukanya terhadap makanan yang ada. Anda kemudian dapat mengenali sensasi cita rasa dan pengaruh baik-buruk makanan tersebut pada diri Anda.
 
"Ketika menaruh perhatian lebih saat makan, Anda dapat membuat pilihan yang sadar untuk memberi nutrisi pada tubuh Anda sendiri."


Artikel Terkait

Hati-hati Jika Menemukan Zat Ini di Dalam Pasta Gigimu
Ketika membeli sebuah produk perawatan mulut dan gusi seperti pasta gigi, pernahkah Lemonizen membaca bahan yang terkand..
OT Handoko
23 Mei 2018
Ini Bahayanya Jika Menggunakan Produk Yang Mengandung Mineral Oil
Apakan Lemonizen pernah mendengar mengenai Mineral Oil?Jika Lemonizen hobi merawat dan mempercantik diri dan sering meng..
OT Handoko
22 Mei 2018
Produk “Bebas Gula” Lebih Sehat: Hoax atau Fakta Sih?
Setiap Lemonizen belanja ke supermarket, pasti sering melihat berbagai produk dengan tulisan “bebas gula” atau istil..
OT Handoko
22 Mei 2018