Lemonilo
Kategori
Search Icon
Cart
Lemonilo
Home Icon
Kesehatan Tubuh

Nyeri Sendi Sering Kambuh dan Berulang, Apa Saja Penyebabnya?

Anisya Fitrianti
Anisya Fitrianti
06 May 2021
Clock Icon
6 menit
nyeri sendi

Nyeri sendi atau dalam istilah medis disebut arthralgia adalah gejala yang sering muncul terutama pada lansia. Hal ini bisa sangat mengganggu karena dapat menghambat aktivitas harian bahkan mengganggu tidur malam. 


Tidak jarang nyeri sendi disertai dengan bengkak dan kaku bahkan hingga tidak bisa digerakkan. Hal ini kerap berlangsung lama atau sering kambuh sehingga pasien frustasi menghadapinya. 

banner consideration shipping bg blue


Penyebab nyeri sendi sangatlah beragam. Mulai dari tanda awal penyakit infeksi hingga penyakit autoimun. Untuk itu ciri-ciri khusus dari nyeri sendi perlu diperhatikan. Mulai dari  usia, jenis kelamin dan penyakit bawaan. 


Selain data tentang gejala dan riwayat penyakit pasien, pemeriksaan fisik yang cermat serta pemeriksaan laboratorium yang sesuai dapat makin mempertajam diagnosis. 


Hal ini menunjang agar penanganan nyeri sendi lebih tepat sasaran sehingga  bisa meminimalisir kemungkinan kekambuhan nyeri sendi atau setidaknya mengontrol nyeri dan membuat lemonizen bisa melaksanakan aktivitas hariannya dengan optimal.


Penyebab Nyeri Sendi


1. Gejala Awal Infeksi

Infeksi adalah suatu gangguan kesehatan yang disebabkan masuknya mikroorganisme seperti virus, bakteri, jamur, serta parasit. Saat organisme ini masuk ke dalam tubuh maka terjadi reaksi tubuh untuk berusaha mengatasinya dengan mengeluarkan zat-zat kimia pro-inflamasi, sehingga memanggil sel-sel yang berguna membantu memberantas mikroorganisme ke tempat yang terinfeksi. 


Hasil dari keluarnya zat pro-inflamasi ini adalah rasa nyeri pada sendi-sendi. Nyeri sendi yang dirasakan biasanya hampir di seluruh tubuh. Nyeri sendi ini juga kerap disertai demam, sakit kepala, dan berbagai gejala khas dari tiap organisme yang menginfeksi. Kumpulan gejala ini sering disebut dengan gejala prodromal atau sekumpulan gejala awal yang mendahului atau menyertai suatu infeksi.


2. Cedera atau Trauma


Cedera atau trauma pada sendi sering menyebabkan nyeri sendi. Nyeri sendi akibat cedera biasanya di satu sisi yang disertai dengan rasa hangat, bengkak, dan mungkin terdapat jejas kemerahan atau kebiruan di sekitar sendi. 

banner consideration promotion bg blue


Cedera mungkin akibat olahraga atau kecelakaan, nyeri akibat kedua hal ini bisa tidak langsung terasa sakit saat kejadian. Jika memang cedera cukup hebat, nyeri bisa langsung dirasakan, tapi tidak menutup kemungkinan nyeri dirasakan keesokan harinya.


3. Degenerasi Sendi


Degenerasi sendi adalah keadaan saat sendi mengalami proses ‘penuaan’. Maka nyeri sendi akibat degenerasi ini lebih sering dialami orang yang sudah berusia lanjut. Nyeri biasanya terjadi di sendi-sendi besar dan di satu sisi saja.


Nyeri ini paling sering terjadi di sendi lutut dan tulang belakang, dimana sendi-sendi tersebut adalah sendi yang digunakan untuk banyak menumpu. 


Meskipun lebih sering dialami oleh orang dengan usia lebih tua, ada kemungkinan hal ini dialami oleh kelompok usia muda, karena proses ini bisa dipicu dan dipercepat oleh trauma berulang atau penggunaan sendi dengan beban yang melebihi kapasitasnya dalam jangka waktu yang lama. 


Contohnya pada orang yang melakukan olahraga melompat berulang, namun salah dalam melakukannya, maka terjadi trauma yang berulang pada sendi lutut, atau pada orang dengan kelebihan berat badan, maka lututnya dalam jangka waktu yang lama menanggung beban yang berlebih.


4. Penyakit Metabolik yang Menyebabkan Penumpukan Kristal pada Sendi


Tidak jarang penyakit metabolik menyebabkan nyeri pada sendi. Yang cukup sering terjadi adalah gout arthritis atau orang awam biasa bilang sakit asam urat. Sebenarnya tidak selalu pada saat gout muncul, kadar asam urat di dalam darah tinggi, yang menyebabkan nyeri di sendi nya adalah penumpukan kristal urat (asam urat yang mengendap) di sendi dan memicu proses inflamasi. 


Biasanya, nyeri lebih sering terjadi  pada sendi-sendi kecil dan terjadi satu sisi. Sendi ibu jari kaki atau tangan, serta sendi tumit merupakan tempat yang kerap kali dirasakan nyeri saat gout menyerang. Orang dengan serangan gout bisa disertai bengkak dan tidak bisa menggerakkan sendi yang terkena karena sakit. Faktor pemicu nya biasanya adalah makanan dengan kadar purin tinggi seperti jeroan, kerang-kerangan dan makanan laut, serta daging merah.


5. Penyakit Inflamasi dan Autoimun


Penyakit autoimun adalah keadaan dimana imunitas tubuh bereaksi berlebihan pada bagian tubuh lain. Imunitas tubuh salah mengenali bagian dari tubuh lain sebagai ancaman, sehingga bagian tubuh yang salah dikenali tersebut diserang dan timbul peradangan. Nyeri sendi kerap jadi salah satu dari sekian banyak gejala yang mungkin timbul pada penyakit-penyakit autoimun. 


Seringnya, nyeri sendi pada penyakit autoimun terjadi di sendi-sendi kecil kedua sisi kanan maupun kiri dan disertai kaku serta bengkak. Contoh penyakit autoimun yang menyebabkan nyeri sendi yaitu Rheumatoid arthritis, atau yang sering disebut penyakit rematik serta SLE (Systemic Lupus Erythematosus) yang sering disebut penyakit lupus.

banner decision halal bebas pengawet kategori mie bg lime green


Penyebab nyeri sendi sangatlah beragam, oleh sebab itu, jika nyeri sendi menetap lama atau sering berulang, sebaiknya Lemonizen berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat. 

Artikel ini ditulis oleh dr. Rizqii Nurdini, Tim Dokter Mamanesia untuk menjawab pertanyaan #CurhatSehat di Instagram Lemonilo. Sebagai healthy lifestyle ecosystem, Lemonilo berharap dapat membantu masyarakat Indonesia mendapatkan akses informasi kesehatan dengan lebih mudah salah satunya melalui rubrik #CurhatSehat.

Komentar
Belum ada komentar.

Customer Service

(+62) 21 4020 0788

Alamat

Unifam Tower Unit 2FG
Jl. Panjang Blok A3 No. 1 Kedoya Utara, RT.2/RW.7
Jakarta Barat, DKI Jakarta 11520
Indonesia

Ikuti Kami

Download Aplikasi Kami

Lemonilo
Lemonilo
Copyright © 2016-2021 PT. Lemonilo Indonesia Hebat. All rights reserved.