Posisi Tidur yang Benar Menentukan Kualitas Istirahatmu Lebih Baik

02 Sep 2020 @ 11:14:08
Tidur merupakan salah satu aktivitas harian yang dibutuhkan oleh tubuh. Rata-rata normal orang tidur adalah 7-8 jam. Akan tetapi, tidur tidak sembarangan memejamkan mata. Harus ada posisi yang diperhatikan agar tidur berkualitas dan membuat tubuh menjadi lebih baik. Bisa kebayang, kan jika kita tidur selama 7-8 jam tetapi dengan posisi tidur yang salah? Lalu seperti apa sih posisi tidur yang benar itu?

1. Tidur Miring ke Kanan



Posisi tidur yang benar pertama adalah dengan posisi miring ke kanan. Meskipun demikian, kita harus memperhatikan, karena tidur miring ke kanan pada penderita maag bisa meningkatkan asam lambung atau GERD, sedangkan tidur dengan miring ke kiri dapat menekan organ dalam seperti hati, paru-paru, dan lambung. Akan tetapi, bagi ibu hamil biasanya dokter menyarankan untuk tidur miring ke kiri, karena ini bisa memperbaiki sirkulasi darah ke janin. 

2. Tubuh Miring, Tangan Berada di Samping Tubuh (Log)



Posisi tidur yang benar selanjutnya adalah dengan gaya log. Posisi tidur dengan gaya log ini sangat baik untuk kesehatan karena mampu mencegah naiknya asam lambung. Selain itu, tidur dengan posisi ini mengakibatkan tulang belakang terbentang lurus, sehingga menghindari keluhan sakit punggung maupun sakit leher. 
Tidur dengan gaya log ini juga akan membuat saluran nafas lebih terbuka, sehingga tidak menimbulkan mendengkur. Oleh karena itu, posisi tidur ini bisa dijadikan pilihan terbaik bagi mereka yang menderita gangguan tidur seperti sleep apnea.

3. Terlentang, Kedua Tangan Berada di Samping (Soldie)



Posisi tidur pertama yang baik untuk kesehatan adalah dengan terlentang, dimana punggung menghadap ke bawah/ke kasur dengan posisi lengan di samping tubuh. posisi tidur ini dianggap sebagai posisi tidur yang baik untuk kesehatan tulang belakang dan leher. 

Meskipun demikian, jika tidur dengan posisi ini pastikan kamu menghindari menggunakan terlalu banyak bantal, hal ini bertujuan untuk menghindari leher terlalu menekuk dan mendengkur. Posisi ini juga kurang dianjurkan bagi mereka obesita, karena berpotensi menyebabkan sleep apnea, sebuah  gangguan di mana pernapasan sering kali berhenti selama tidur berlangsung.

4. Terlentang, Lengan ke Atas (Starfish)



Posisi tidur berikutnya yang baik untuk kesehatan tubuh dikenal dengan sebutan "starfish".  Posisi tidur telentang ini  juga bisa membantu mencegah timbulnya kerutan dan jerawat di sekitar wajah. Namun, seperti permasalahan pada poin 1, tidur dengan posisi ini juga bisa mengakibatkan mendengkur maupun refluks lambung.
Refluks lambung sendiri adalah naiknya asam lambung dimana ulu hati akan terasa nyeri atau merasakan sensasi terbakar di dada dikarenakan naiknya asam lambung menuju kerongkongan.

5. Tidur Miring, Lengan Keluar (Yearner)



Posisi tidur yang benar terakhir adalah dengan posisi miring tapi posisi lengan keluar, tidak berada disamping tubuh. Meskipun cukup bagus, akan tetapi jika kita terlalu lama berada dalam posisi ini juga dapat menyebabkan nyeri pada bahu dan lengan karena terhambatnya aliran darah dan tekanan pada saraf.

Itulah kelima posisi tidur yang baik untuk kesehatan. Pastikan tidurmu menjadi berkualitas dengan menerapkan berbagai macam gaya tidur di atas. Selain istirahat yang cukup, di masa pandemi seperti ini tubuh juga membutuhkan asupan vitamin harian yang bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Dengan begitu, kamu bisa hidup dengan lebih sehat dan bugar! Jadi, mulai sekarang usahakan untuk mengubah posisi tidur kalian ya! 

Artikel Terkait

Inilah 7 Manfaat Daun Sirih, Cegah dan Sembuhkan Pneumonia
Tahukah kamu? Ternyata ada banyak sekali manfaat daun sirih, termasuk untuk penyakit pneumonia..
Rizki Indra
17 September 2020
Ngobrol Bareng Raffi Ahmad, Daniel Mananta Bongkar Rahasia Gaya Hidup Sehat
Setiap hari Daniel bangun pukul 4 pagi dan menyempatkan waktu 1-1,5 jam untuk olahraga lari..
Shella Rafiqah Ully
16 September 2020
Benarkah Mandi di Malam Hari Berbahaya Bagi Kesehatan?
Mitosnya mandi malam di hari bisa menyebabkan rematik dan masuk angin, benarkah?..
dr. Alvin Wijaya
08 September 2020