Selain Cinta, 7 Kiat Ini Bisa Bantu Pasangan Merawat Pernikahan Agar Tetap Hangat

18 Mei 2020 @ 15:10:20
Menikah adalah bagian dari perjalanan hidup. Seperti layaknya perjalanan, akan ada banyak kejadian yang akan kita temukan di persimpangan. Sesekali kita akan menemukan kerikil yang menghambat perjalanan, tapi darinya pula kita dan pasangan akan mendapat kesempatan untuk belajar serta bertumbuh bersama dan melanjutkan perjalanan.

Tentu, pernikahan membutuhkan usaha keras dari kedua belah pihak. Ketika kamu dan pasangan sama-sama berusaha untuk menjaga dan merawat pernikahan ini, happily ever after bukanlah hal yang mustahil. 

Setelah sebelumnya kita membahas tentang apa saja tantangan yang dihadapi dalam pernikahan, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana cara kita merawat pernikahan ini agar tetap hangat dan langgeng? Bagaimana agar kamu dan pasangan bisa terus bergandengan dan berjalan beriringan hingga akhirnya tiba di ujung perjalanan?

1. Jaga selalu kedekatan dengan pasangan 

Ingat waktu jaman pacaran dulu? We give the very best version of ourself. Kita juga melakukan apapun untuk menjaga relasi tetap awet: telepon, saling mengirim pesan, kencan, melakukan berbagai aktivitas bersama. Namun, setelah menika kita justru disibukkan dengan berbagai hal seolah tidak sempat untuk merawat hubungan dengan pasangan. 

Menjaga kedekatan dengan pasangan tentu adalah hal yang penting. Tetaplah berkirim kabar disela kesibukan atau pillow talk di malam hari untuk ceritakan apa yang kamu suka dan tidak suka dari hari ini. Ingat, pasangan bukan terapis. Pada titik tertentu jika kamu merasa masalah yang dihadapi terlalu berat, kamu mungkin perlu konsultasi dengan ahlinya. 

Menjaga kedekatan juga berarti termasuk menjaga kehidupan seksual agar tetap hangat. Seiring lamanya usia pernikahan dan berbagai kesibukan yang dijalani, aktivitas seksual mungkin tidak sesering di awal pernikahan. Bicara mengenai kehidupan seksual dengan pasangan bisa menjadi langkah awal. Apakah ingin spontan atau terjadwal, apa yang membuat nyaman, apa yang disukai dan tidak disukai, apakah ingin mencoba hal yang baru atau tidak. Selanjutnya, nikmati momen bersama pasangan. 

2. Senantiasa berbuat baik terhadap satu sama lain

Mungkin terdengar klise, namun berbuat kebaikan merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam pernikahan. Kebaikan ini bermakna luas, namun kira-kira bisa dikerucutkan menjadi: selalu memiliki niat baik, berempati dengan pasangan, saling mendukung satu sama lain, saling menghargai, dan saling mengagumi satu sama lain. 

Bagaimana jika pasangan sedang menghadapi hari-hari terburuknya? Atau ketika pasangan sedang menampilkan sisi buruknya? 

Kadang kita menuntut kesempurnaan dari pasangan dan mengeluhkan sisi buruk mereka. Ketika pasangan sedang mengalami masa-masa sulit atau menampilkan sisi buruknya, kadang sulit bagi kita melihat kebaikan di dalamnya. Ingatlah, bahwa pasangan adalah orang baik yang sedang mengalami masa sulit. Saat kita menerima kondisi tersebut. ini juga akan membantu pasangan menerima dirinya sendiri. Penerimaan adalah salah satu hadiah terbaik yang dapat kita berikan kepada pasangan.

3. Saling mengisi dengan memberi dan menerima

It takes two to tango. Pernikahan adalah tentang saling mengisi, saling memberi dan saling menerima. Memberi dan menerima tidak hanya materi tapi juga perhatian, kasih sayang, dukungan, dan sebagainya. Jangan lupa untuk berterima kasih kepada pasangan atas hal kecil apapun yang telah dilakukan untuk keluarga. 

Kadang kita menganggap sepele atau bahkan take it for granted. “Sudah semestinya ia memasak untuk keluarga” atau “sudah seharusnya ia mencari nafkah untuk keluarga”. Kadang kita lupa, di balik itu semua ada usaha yang dilakukan pasangan. Berterima kasih atas usaha mereka, berterima kasih atas pemberian mereka, membuat pasangan merasa dihargai dan dibutuhkan. 

4. Pisahkan antara pernikahan dan menjadi orangtua

Ketika anak hadir, perhatian orangtua tercurah pada anak. Pasangan menjadi prioritas nomor sekian. Akibatnya, kita merasa semakin 'jauh' dengan pasangan atau pasangan merasa terabaikan dan kesepian. Padahal, bagaimanapun juga pasangan butuh perhatian dan kasih sayang. Ketika ia merasa kebutuhannya atas perhatian dan kasih sayang tidak didapat dari pasangannya, rentan sekali ia mencari pemenuhannya ke orang lain. 

Ketika anak hadir, kamu tetap perlu menjaga hubungan dengan pasangan. Seorang anak membutuhkan Ayah Bunda yang bahagia. Anak juga perlu mendapatkan role model bagaimana memperlakukan pasangan dengan penuh kasih sayang, saling mendukung dan saling menghargai. 

5. Boleh berdebat asal konstruktif

Ini merupakan kemampuan yang perlu kita latih dan kembangkan, karena saat kita kecil masih sedikit keluarga yang mengajarkan cara berdebat yang konstruktif. Berdebat seringkali dianggap sebagai hal yang tabu dan perlu dihindari. Ketika perdebatan terjadi seringkali melenceng dari topik awalnya, merembet ke mana-mana, hanya untuk menyalahkan, atau menunjukkan siapa menang siapa kalah. 

Berbeda pendapat adalah hal yang tidak bisa kita hindari dalam pernikahan karena bagaimanapun juga kita adalah dua individu yang berbeda. Kita dapat belajar bagaimana cara berdebat yang konstruktif, saling menghargai perbedaan pendapat dan sudut pandang orang lain, dan bersama-sama mencari solusi dari apa yang dihadapi. 

6. Komunikasi yang terbuka dan rasa saling percaya

Komunikasi adalah kunci penting dalam pernikahan. Selalu beri tahu pasangan apa saja yang terjadi di hidupmu, apa yang kamu pikirkan dan rasakan, bagaimana mengatasi permasalahan yang ada, dan sebagainya. Kurangnya komunikasi membuat kita merasa jauh dari pasangan atau merasa pasangan menyembunyikan sesuatu. Sempatkan juga untuk membahas berbagai hal yang mendalam dengan pasangan, tidak hanya rutinitas atau hal sehari-hari.

Rasa percaya merupakan fondasi dalam hubungan yang sehat. Pasangan adalah teman hidupmu, orang yang kamu sayangi. Tidak seharusnya kamu menyembunyikan rahasia atau berbohong pada pasangan. Terbuka dan jujurlah dalam relasi ini, karena ketika rasa percaya itu sudah terkoyak atau hancur maka akan sulit untuk diperbaiki. 

7. Kencan bersama pasangan

Jangan lupakan kencan ketika menikah. Kencan memberikan kesempatan untuk kamu menikmati momen berdua bersama pasangan. Berdandan yang rapi, memakai pakaian terbaik, dan pergi keluar berdua. 

Di tengah pandemi ini, kamu dapat dandan dan dress up lalu menyiapkan makan malam romantis di rumah. Ketika kencan, coba bicarakan hal lain selain anak dan rumah. Cari topik apapun yang menarik untuk dibicarakan, seperti waktu pacaran dulu. Kencan bersama pasangan tidak harus mewah dan mahal. Makan kaki lima atau jalan-jalan keliling kota sambil tetap #dimobilaja juga bisa dilakukan di tengah pandemi ini. 

Rahasia untuk pernikahan yang bahagia adalah bagaimana menjaga pernikahan tetap menyenangkan. Pergilah berlibur, lakukan hobi bersama, menonton film kesukaan, dan tertawalah sebanyak mungkin. Pasanganmu adalah sahabat terbaikmu dan kalian bekerjasama bagaimana membuat perjalanan pernikahan ini menjadi indah dan menyenangkan!

Artikel ini ditulis oleh Adisti F. Soegoto, M.Psi, psikolog anak dan seorang BFRP (Bach Foundation Registered Practitioner).

Artikel Terkait

Klarifikasi Atta Halilintar dan Aurel Sempat Bertengkar, Ternyata Rebutan Mie Lemonilo!
Atta juga menyiapkan makan malam romantis dengan hidangan mie instan Lemonilo kesukaan aurel..
Shella Rafiqah Ully
23 September 2020
Wow, Sehat bareng Keluarga A6! Gowes Sambil Keliling Pantai di Bali
Aktivitas bersepeda yang dilakukan keluarga Hermansyah tentunya memberi banyak manfaat kesehatan..
Shella Rafiqah Ully
22 September 2020
5 Manajemen ASIP untuk Ibu Bekerja Agar Stok ASI Tercukupi
Memerah ASI juga membutuhkan manajemen yang baik agar jumlah yang diproduksi mencukupi kebutuhan bayi..
Shella Rafiqah Ully
18 September 2020