Sering Jadi Pengawet Makanan dan Campuran Kosmetik, Ini Bahaya Zat Pengawet Methylparaben

08 Jun 2020 @ 12:58:43
Bahan kimia Methylparaben umumnya digunakan pada skincare dan kosmetik sebagai bahan pengawet. Methylparaben juga kerap ditemuka pada makanan instan kemasan seperti pasta dan mie, bumbu, saus, serta selai dan jeli.

Mengutip dari Healthfully, Methylparaben sebenarnya bermanfaat sebagai anti bakteri dan jamur, sehingga memperlambat kontaminasi yang disebabkan oleh keduanya. Jadi, biasanya Methylparaben digunakan sebagai pengawet untuk memperpanjang daya simpan makanan dan kosmetik. 

Namun di balik manfaat yang dimiliki oleh Methlyparaben, zat pengawet ini memiliki risiko berbahaya untuk tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan dan dalam jangka waktu yang cukup lama.

Setidaknya ada beberapa risiko buruk yang kemungkinan bisa terjadi karena konsumsi Methylparaben berlebihan.

Kanker Payudara

Menurut jurnal berjudul Methylparaben stimulates tumor initiating cells in ER+ breast cancer models dari US National Library of Medicine dan National Institute of Health tahun 2018 aktivitas estrogenik Methylparaben pada jaringan payudara manusia berhubungan dengan hormon estrogen yang menyebabkan perkembangan kanker payudara dan juga pertumbuhan sel yang sangat cepat pada beberapa kasus kanker payudara. Jurnal ini pun menyebutkan bahwa Methylparaben memungkinkan berperan dalam memengaruhi perkembangan kanker payudara.

Sementara dilansir dari Healthfully, sejumlah peneliti percaya bahwa Methylparaben dipercaya meningkatkan risiko kanker payudara jika dikonsumsi berlebihan.

Hal ini dikarenakan zat Methylparaben yang tidak dipecah dan dikeluarkan dari tubuh bisa membentuk zat yang fungsinya mirip dengan hormon estrogen yang kemudian menumpuk. Inilah yang meningkatkan risiko terkena kanker payudara.

Kemandulan pada pria

Dalam Healthfully, Methylparaben disebutkan memiliki kecenderungan meniru zat yang fungsinya mirip dengan estrogen. Hormon estrogen sendiri adalah hormon seksual yang kandungannya paling banyak di tubuh wanita.

Maka jika seorang pria terlalu banyak mengonsumi bahan-bahan yang mengandung zat pengawet ini, akan berpengaruh pada kesehatan sel-sel di testis. Selain itu bisa menyebabkan jumlah sperma yang semakin sedikit dan potensi reproduksi berkurang.

Kanker kulit

Kanker payudara ternyata bukan satu-satunya risiko buruk akibat konsumsi Methylparaben. Konsumsi berlebihan juga bisa meningkatkan risiko kanker kulit. Dikutip dari Hello Sehat, produk-produk kecantikan yang memiliki kandungan Methylparaben dapat memicu kerusakan sel-sel kulit. 

Jika digunakan setiap hari, zat pengawet ini tak dapat diolah tubuh sepenuhnya. Selanjutnya zat Methylparaben yang menumpuk jika dipadukan dengan bahan kimia estrogonik lainnya bisa berpotensi menghasilkan melanoma ganas yang merupakan salah satu bentuk kanker kulit.

Pemicu alergi

Bagi orang-orang yang sensitif terhadap paraben, bersinggungan dengan Methylparaben bisa memperbesar risiko alergi. Akibatnya orang yang alergi dengan zat paraben bisa saja mengalami iritasi kulit. Jika sudah merasakan tanda alergi, maka ada baiknya berhenti menggunakan produk-produk yang memiliki kandungan Methylparaben.

Tanda-tanda alergi yang disebabkan oleh Methylparaben antara lain gatal, ruam, kering dan bersisik, bengkak, dan nyeri. Jika muncul gejala-gejala tersebut, maka disarankan segera berhenti mengonsumsi makanan atau produk yang mengandung Methylparaben.

Namun risiko-risiko ini muncul jika penggunaan Methylparaben dilakukan secara berlebihan. Dalam tulisan berjudul Paraben dalam Kosmetik: Haruskah Kita Paranoid? yang diterbitkan oleh Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, rata-rata kandungan Methylparaben dalam sebuah produk kosmetik sangat rendah, yakni 1 persen. Sementara menurut situs Skin Inc sebagaimana dikutip dari jurnal tersebut, zat paraben akan keluar dari tubuh dalam waktu 36 jam.

Hanya saja, untuk mencegah risiko-risiko buruk yang ada, memang pilihan paling baik adalah menghindari produk-produk yang mengandung zat pengawet Methylparaben. Karena bagaimanapun zat yang diproses secara kimiawi tentu memiliki risiko buruk yang lebih banyak dibandingkan bahan alami. 

Artikel kesehatan ini telah di-review oleh Tim Dokter Mamanesia (dr. Pritta Diyanti, dr. Rizqii Nurdini, dan dr. Kanya Tania)

Artikel Terkait

Inilah 7 Manfaat Daun Sirih, Cegah dan Sembuhkan Pneumonia
Tahukah kamu? Ternyata ada banyak sekali manfaat daun sirih, termasuk untuk penyakit pneumonia..
Rizki Indra
17 September 2020
Ngobrol Bareng Raffi Ahmad, Daniel Mananta Bongkar Rahasia Gaya Hidup Sehat
Setiap hari Daniel bangun pukul 4 pagi dan menyempatkan waktu 1-1,5 jam untuk olahraga lari..
Shella Rafiqah Ully
16 September 2020
Benarkah Mandi di Malam Hari Berbahaya Bagi Kesehatan?
Mitosnya mandi malam di hari bisa menyebabkan rematik dan masuk angin, benarkah?..
dr. Alvin Wijaya
08 September 2020