Sering Meniup Makanan Panas? Hentikan Sekarang Juga Karena Inilah Resikonya!

19 Okt 2018 @ 11:21:25
Sudah masuk musim hujan nih, guys! Kalau hujan-hujan gini, memang enaknya makan makanan yang hangat dan panas. Bareng temen-temen, suasana seperti ini makin bikin akrab dan dekat. Apalagi, kalau ada obrolan seru yang mengisi waktumu menyantap makanan yang masih panas. Jangan lupa meniup makanan panas itu supaya dingin ya, guys

Wait, meniup makanan panas? Kebiasaan ini seringkali dilakukan oleh banyak orang, terutama ketika berhadapan dengan makanan panas. Padahal, beberapa ahli kesehatan menyebutkan bahwa kebiasaan ini beresiko untuk kesehatan lho, guys! Terlalu sering melakukan kebiasaan ini membuat kesehatanmu terancam. 

Makanan Jadi Dingin Iya, Tapi Makananmu Jadi Bercampur Dengan Bakteri dan Virus Dari Mulut

Makanan Jadi Dingin Iya, Tapi Makananmu Jadi Bercampur Dengan Bakteri dan Virus Dari Mulut

Meniup makanan panas memang tujuannya untuk membuat makanan jadi dingin dan lebih nyaman untuk dikonsumsi. Namun, di saat bersamaan, makanan atau minuman kamu jadi bercampur dengan bakteri atau virus yang terdapat di dalam mulut. Mulut kamu mengandung banyak mikroorganisme berupa bakteri dan virus yang segera berpindah ketika kamu meniup makanan. Jadi, makanan kamu memang dingin tapi jadi banyak mikroorganisme-nya. 

Hal ini juga berlaku untuk para orang tua yang sering meniupkan makanan panas pada anaknya. Makanan untuk anak menjadi penuh dengan mikroorganisme yang berasal dari mulut orang tua. Situasi inilah yang sebenarnya bisa membuat anak menjadi lebih mudah jatuh sakit. 

Asam Karbonat, Senyawa Berbahaya Hasil Reaksi Kimia 

Asam Karbonat, Senyawa Berbahaya Hasil Reaksi Kimia

Kasus lain yang bikin meniup makanan panas itu berbahaya adalah reaksi kimia yang menghasilkan asam karbonat. Secara alami, asam karbonat atau H2CO3 merupakan senyawa kimia yang sudah hadir di dalam tubuh untuk mengatur kadar keasaman darah. 

Proses meniup makanan membuat makanan kamu menjadi mengandung asam karbonat akibat reaksi kimia yang terjadi antara karbon dioksida (CO2) dan air (H2O). Hasilnya, kadar keasaman darah menjadi tidak stabil dan berbahaya untuk kesehatan, khususnya kesehatan jantung. 

Partikel Sisa Makanan Di Mulut Kamu Juga Bisa Masuk Ke Makanan Tuh!

Partikel Sisa Makanan Di Mulut Kamu Juga Bisa Masuk Ke Makanan Tuh!

Kamu tentu tahu dong kalau mulut adalah tempat pertama makanan diolah dan dihaluskan. Proses ini meninggalkan banyak partikel makanan yang secara tidak kamu sadari tertinggal di dalam mulut. 

Sering sikat gigi? Sikat gigi juga tidak menjamin bahwa partikel makanan hilang dari dalam mulut kamu lho! Nah, partikel ini bisa saja berpindah dari mulut ke makanan kamu jika kamu sering meniup makanan panas. Partikel ini umumnya juga mengandung mikroorganisme yang bisa menyebabkan gangguan pencernaan. Ngeri ya?

Menunggu Memang Mengesalkan dan Membosankan, Tapi Kalau Buat Sehat, Kenapa Nggak?

Mendiamkan Makanan Sejenak Cara yang Lebih Baik Untuk Menunggu Makanan Jadi Lebih Dingin

Nah, pertanyaannya kalau nggak ditiup, lalu diapain supaya makanan tetap sehat? Cara terbaik adalah membiarkan makanan untuk beberapa saat. Secara alami, makanan kamu akan menyesuaikan dengan suhu ruangan atau turun secara signifikan jika tidak terkena panas lainnya. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan kipas untuk memberikan udara sehingga makanan cepat dingin dan lebih nyaman dikonsumsi. 

Jangan tiup makanan panas lagi ya, Lemonizen!

Artikel Terkait

Bahaya, Polusi Udara Jakarta Terburuk di Dunia!
Apa kamu warga ibukota yang sering beraktivitas di luar ruangan? Kalau iya, kamu sudah harus khawatir dengan kondis..
Shella Rafiqah Ully
31 Juli 2019
Hari Anak Nasional: Keluarga Kunci Penting Anak Bahagia
Hari Anak Nasional diperingati setiap 23 Juli setelah digagas oleh Presiden kedua Republik Indonesia Soeharto. Peri..
Shella Rafiqah Ully
23 Juli 2019
Kenapa Penting Batasi Anak Main Gadget?
Tak dapat dimungkiri, anak-anak generasi alfa (mereka yang lahir setelah tahun 2010) sangat lekat dengan gadget baik ber..
Shella Rafiqah Ully
18 Juli 2019