Lemonilo
Kategori
Search Icon
Cart
Lemonilo
Home Icon
Kesehatan Tubuh

Sering Pitam Saat Tiba-Tiba Bangkit Berdiri? Waspadai Gejala Hipotensi Ortostatik

Shella Rafiqah Ully
Shella Rafiqah Ully
30 Sep 2021
Clock Icon
4 menit
Hipotensi ortostatik

Dok, setiap bangkit dari duduk atau bangun tidur saya sering pusing dan pandangan saya sering tiba-tiba menjadi gelap. Apakah ini pertanda darah rendah atau penyakit lain?


Tekanan darah manusia selalu berubah setiap menit tergantung aktivitas yang sedang dilakukan. Saat kamu tidur, duduk, bekerja, ataupun berlari, tubuh akan menyeimbangkan tekanan darah tersebut. Namun meski berubah-ubah, tekanan darah ini akan meningkat atau menurun sesuai range yang masih normal.


Salah satu jenis tekanan darah rendah yang terjadi ketika tubuh tidak merespon cepat perubahan posisi dan menstabilkan tekanan darah disebut hipotensi ortostatik atau hipotensi postural. 


Pada kondisi normal, saat bangkit berdiri dari posisi duduk atau berbaring, pembuluh darah akan merespons gravitasi dengan cara menyempit. Saat ini terjadi, kamu akan merasa pusing ketika dengan cepat bangkit dari duduk atau berbaring, bangun dari tidur, atau bahkan memunculkan gejala lain seperti penglihatan kabur, badan lemas, linglung, hingga pingsan atau black out. 


Kondisi ini terjadi disebabkan oleh tekanan darah yang menurun secara tiba-tiba dan respons alami tubuh untuk mengembalikan tekanan darah menjadi normal mengalami gangguan. 




Penyebab Hipotensi Ortostatik yang Kamu Perlu Waspadai

Hipotensi ortostatik disebabkan oleh berbagai faktor mulai dari kelelahan, suasana atau suhu yang terlalu panas, terjepitnya pembuluh darah terlalu lama (saat duduk bersila), serta faktor peningkatan usia (terutama usia 65 tahun ke atas). Penyebab lain yang perlu diwaspadai dan membutuhkan penanganan lebih lanjut diantaranya:


Bed rest yang terlalu lama

Keadaan bed rest/tirah baring yang terlalu lama misal pada keadaan pasca operasi atau keadaan penyakit kronis yang memerlukan istirahat di atas tempat tidur lama dapat memicu terjadinya hipotensi ortostatik.


Dehidrasi

Ketika kekurangan cairan atau mengalami dehidrasi, volume darah juga dapat berkurang. Pompa jantung membutuhkan waktu untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh sehingga ketika berdiri/beranjak dari bangkit, aliran darah dari jantung tidak dapat mengejar kecepatan untuk mengalirkan darah ke otak. Keadaan dehidrasi ini dapat dipicu oleh kurang minum, demam, diare, muntah yang terlalu sering, hingga heat stroke (dehidrasi karena lingkungan yang terlalu panas).


Gangguan fungsi jantung

Gangguan fungsi jantung seperti bradikardia (nadi lambat kurang dari 60 kali per menit), gangguan irama jantung (aritmia), penyakit jantung koroner, hingga gagal jantung dapat menyebabkan keadaan hipotensi ortostatik. 


Gangguan saraf

Gangguan saraf adalah salah satu keadaan yang juga memicu terjadinya hipotensi, mulai dari Addison disease, Parkinson disease, hingga keadaan neuropati.


Hypoglycemia 

Keadaan kekurangan gula di dalam darah dapat menurunkan tekanan darah. Ini sering dialami oleh orang-orang yang melakukan diet tidak terkontrol maupun pasien Diabetes Mellitus yang tidak terkontrol.


Penggunaan obat-obatan

Penggunaan obat-obatan seperti diuretik, obat antihipertensi, insulin, antidepresan trisiklik, dan beberapa obat lain dapat menyebabkan terpicunya hipotensi ortostatik. Sebaiknya, tanyakan pada dokter yang memberimu obat apakah obat-obatan yang sedang kamu konsumsi saat ini dapat menyebabkan hipotensi ortostatik.


Kehamilan

Perubahan hormonal dan perubahan keadaan organ tubuh pada wanita hamil menyebabkan tekanan pembuluh darah dalam tubuh ibu hamil menjadi lebih rendah dan alirah darah melambat. Keadaan ini sering membuat ibu hamil mengalami hipotensi ortostatik. Jangan sepelekan gejala ini. Bila sampai terjadi hingga mengganggu aktivitas ibu hamil, sebaiknya segera hubungi dokter kandungan ya.


Lakukan Ini untuk Cegah Hipotensi Ortostatik



Jangan khawatir, untuk mencegah terjadinya hipotensi ortostatik atau tiba-tiba pitam saat bangkit/beranjak dari berdiri kamu bisa melakukan hal-hal berikut. 


Hindari konsumsi minuman beralkohol dan perbanyak konsumsi air putih. Hindari juga terpapar suhu panas terlalu lama (gunakan pelindung kepala dari panas seperti payung atau topi jika harus berada di bawah sinar matahari). 


Hindari juga duduk bersila atau menyilangkan kaki terlalu lama. Lakukan perubahan posisi secara perlahan dan usahakan posisi kaki lebih tinggi dari kepala saat sedang tidur atau berbaring. 


Perlu diketahui juga biasanya keadaan ini hanya muncul dalam waktu singkat sehingga tak jarang tekanan darah akan kembali normal setelah memeriksakan diri. Namun, bila kemudian kondisi ini terjadi lebih lama, kemungkinan ada kondisi medis lain yang kamu perlu periksakan ke fasilitas kesehatan. 


Saat berada di fasilitas kesehatan, selain mengonsultasikan masalah kesehatan pada dokter dan memeriksa tekanan darah, sebaiknya lakukan juga beberapa pemeriksaan penunjang lainnya seperti tes darah, elektrokardiografi, dan echocardiografi untuk memeriksakan keadaan jantung dan menilai fungsinya. 


Pun, bila Lemonizen merasakan hipotensi ortostatik ini berulang dan tidak menunjukkan adanya perbaikan, sebaiknya juga berkonsultasi dengan dokter untuk mencari penyebabnya, ya.


Artikel ini ditulis oleh dr. Rizqii Nurdiinii, Tim Dokter Mamanesia untuk menjawab pertanyaan #CurhatSehat di Instagram Lemonilo. Sebagai healthy lifestyle ecosystem, Lemonilo berharap dapat membantu masyarakat Indonesia mendapatkan akses informasi kesehatan dengan lebih mudah salah satunya melalui rubrik #CurhatSehat.

Komentar
Belum ada komentar.

Customer Service

(+62) 21 4020 0788

Alamat

Unifam Tower Unit 2FG
Jl. Panjang Blok A3 No. 1 Kedoya Utara, RT.2/RW.7
Jakarta Barat, DKI Jakarta 11520
Indonesia

Ikuti Kami

Download Aplikasi Kami

Lemonilo
Lemonilo
Copyright © 2016-2021 PT. Lemonilo Indonesia Hebat. All rights reserved.