Kerap Disamakan dengan Flu, Ini Bahaya Coronavirus yang Harus Kamu Waspadai!

16 Mar 2020 @ 23:57:20
Per tanggal 16 Maret 2020, jumlah pasien positif COVID-19 atau virus Corona di Indonesia menjadi 117 kasus. Jumlah ini melesat tinggi hanya dalam waktu sepekan. Untuk mengantisipasi virus ini tersebar kian luas, Presiden Joko Widodo menginstruksikan agar masyarakat membatasi diri berkumpul dan melakukan semua aktivitas dari rumah. 

Masyarakat memang tidak perlu takut dan khawatir, tetapi harusnya tetap waspada dan berhati-hati. Selain menjaga kesehatan tubuh, memastikan asupan gizi dan vitamin, penting bagi masyarakat untuk mengetahui sebenarnya ‘seperti apa’ coronavirus yang gejalanya kerap disebut mirip dengan flu. 

Gejala COVID-19 Bisa Menyerupai Flu Biasa

Secara umum, ketika virus masuk ke dalam tubuh manusia gejala yang akan ditimbulkan cenderung sama yaitu demam, sakit kepala, pegal-pegal, juga letih dan lesu. Sedangkan untuk virus yang masuk spesifik ke saluran pernapasan biasanya ditandai dengan gejala pilek, hidung meler, sakit tenggorokan, batuk, hingga sesak napas.

Namun, saat COVID-19 atau SARS-CoV-2 (severe acute repiratory syndrome coronavirus 2) masuk ke dalam tubuh, gejalanya justru jadi sangat bervariasi. Kedua gejala umum (seperti penjelasan di atas) bisa ada di orang-orang yang terinfeksi COVID-19. Gejala ringannya malah menyerupai flu biasa dan bahkan ada yang asimptomatik (tanpa gejala klinis). Jumlah gejala yang bervariasi pada tiap-tiap orang ini dipengaruhi oleh daya tahan tubuh masing-masing.

Orang dengan daya tahan tubuh rendah akan mengalami gejala yang lebih berat saat tubuhnya terserang virus corona, mulai dari sesak napas hingga menyebabkan kematian. Sedangkan, orang dengan daya tahan tubuh baik akan mengalami gejala sangat ringan atau bahkan tanpa gejala sedikitpun meski corona virus sudah ada di dalam tubuhnya. 

COVID-19 atau SARS-CoV-2adalah virus yang sangat baru. Sebab itu masih belum dapat diketahui dengan pasti apa dan berapa lama efek yang bisa ditimbulkan oleh virus ini, seperti apa sifat pastinya, dan belum ada obat yang betul-betul efektif melawan virus ini.


Bagaimana COVID-19 Bisa Menyebar?

Lisa Lockerd Maragakis, M.D., M.P.H. pada tulisannya yang berjudul Coronavirus Disease 2019 vs the Flu mengatakan bahwa penyebab COVID-19 sangat jelas, yaitu hanya disebabkan oleh satu virus saja, Coronavirus 2019 atau beberapa sekarang ini menyebutnya dengan SARS-CoV-2 (severe acute repiratory syndrome coronavirus 2). Sedangkan, penyakit flu dapat disebabkan oleh beberapa jenis virus influenza yang berbeda-beda.

Lisa juga mengatakan secara umum, baik flu maupun COVID-19 memiliki cara penyebaran yang kurang lebih sama, yaitu dapat tersebar melalui tetesan air liur lewat udara dari orang yang batuk, bersin, maupun berbicara. Meski demikian, penelitian mencatat SARS-CoV-2 virus utamanya menyebar dari orang ke orang. Bahkan, seseorang dapat terkena virus hanya karena menyentuh permukaan atau objek virus, kemudian menyentuh mulut, hidung, atau mungkin mata. COVID-19 dapat disebarkan langsung atau tidak langsung dari satu orang ke yang lainnya.


Vaksin dan Pengobatan COVID-19

Hingga saat ini belum ada vaksin atau pengobatan untuk mengobati dan mencegah infeksi virus corona (COVID-19). Para peneliti masih terus berupaya menemukan vaksin yang paling tepat untuk menangani virus corona yang kini tengah merebak di dunia.

Meski belum ada vaksin untuk mencegahnya, kamu tetap bisa melakukan hal-hal berikut untuk meminimalisir risiko terpapar virus corona:
  • Sering-seringlah mencuci tangan atau membersihkannya dengan menggunakan sabun minimal 20 detik, ini merupakan langkah paling efektif mencegah virus corona.
  • Bila tidak menemukan air dan sabun dapat menggunakan pembersih tangan berbasis alkohol dengan kandungan minimal 70% (hand sanitizer/ handrub). Ini akan membunuh virus yang menempel di tanganmu.
  • Jaga jarakmu dengan siapa saja sekurang-kurangnya 6 kaki (1.8 meter). Apalagi pada mereka yang tengah batuk dan atau bersin.
  • Hindari menyentuh wajah karena coronavirus bisa hidup di permukaan benda yang kamu sentuh hingga beberapa jam lamanya. Menyentuh mata, hidung, atau mulut dengan tangan akan memicu virus masuk ke dalam tubuh.
  • Tidak perlu memakai masker wajah kecuali diminta oleh dokter. Masker wajah dibutuhkan oleh mereka yang terpapar SARS-CoV-2 atau memiliki COVID-19 atau untuk tenaga kesehatan dan mereka yang merawat pasien positif corona.
Jadi, sudah paham bedanya gejala COVID-19 dan flu biasa? Kamu nggak perlu panik berlebihan ya mulai sekarang, yang penting tetap hati-hati, jaga sanitasi, makan makanan bergizi dan paling penting jauhi keramaian atau lakukan social distancing  seperti anjuran Presiden Jokowi!

Artikel Terkait

3 Bahaya Konsumsi Gula Berlebih, Bukan Hanya Bikin Diabetes dan Kegemukan, lho!
Makanan manis memang menyegarkan, tapi ada bahaya tersembunyi di baliknya lho!..
Shella Rafiqah Ully
31 Maret 2020
Kapan Waktu yang Tepat Mengajari Si Kecil Toilet Training?
Orang tua bisa mulai melatih anak toilet training saat mereka menunjukkan tanda-tanda ketertarikan...
Shella Rafiqah Ully
31 Maret 2020
Apakah Coronavirus Bisa Menular Melalui Pesanan Makanan yang Diantar?
Hingga saat ini belum ada bukti coronavirus bisa menular melalui makanan...
Shella Rafiqah Ully
31 Maret 2020