Lemonilo
Kategori
Search Icon
Cart
Lemonilo
Home Icon
Kesehatan Tubuh

Sleepwalking Pada Anak, Kenali Penyebab dan Ciri-cirinya

Anisya Fitrianti
Anisya Fitrianti
06 Oct 2021
Clock Icon
8 menit
Sleepwalking Pada Anak

Pernahkah Lemomoms melihat si kecil terbangun kemudian berjalan sesaat setelah tidur di malam hari? Tidak perlu langsung panik ya, Lemomoms. Perilaku ini sangat mungkin terjadi pada anak hingga remaja. Tidur sambil berjalan juga biasa disebut dengan istilah sleepwalking


Sleepwalking atau somnambulisme adalah perilaku saat anak bangun di malam hari saat tidur kemudian berjalan atau melakukan aktivitas lain. Perilaku ini umum terjadi pada anak-anak. Biasanya, sleepwalking terjadi dalam satu atau dua jam setelah anak tidur dan anak dapat berjalan-jalan selama beberapa detik hingga 30 menit.


Ketika mengalami sleepwalking, anak akan sulit dibangunkan. Bila Lemoparents berhasil membangunkan anak saat tidur sambil berjalan, biasanya anak akan merasakan kebingungan selama beberapa menit. Lalu, apa yang menjadi  penyebab dan ciri-ciri dari sleepwalking? Apakah perilaku ini berbahaya? Dan bagaimana cara mengatasinya? Simak informasinya di bawah ini yuk! 


Apa penyebab sleepwalking


Sleepwalking dapat disebabkan oleh banyak faktor, meliputi:


  • Kelelahan atau kurang tidur.

  • Memiliki waktu tidur tidak teratur.

  • Mengalami stres atau kecemasan.

  • Berada di lingkungan tidur yang berbeda.

  • Sedang sakit atau demam.

  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, termasuk obat penenang, stimulan, dan antihistamin.

  • Memiliki riwayat keluarga yang juga pernah berjalan sambil tidur.


Perilaku tidur sambil berjalan juga terkadang bisa menjadi tanda dari beberapa kondisi seperti:

  • Sleep apnea (berhentinya napas dalam waktu yang singkat di malam hari).

  • Mimpi buruk.

  • Migrain.

  • Sindrom kaki gelisah.

  • Memiliki cedera kepala.


Apa saja ciri-ciri anak yang mengalami sleepwalking?


Selain bangun dari tempat tidur dan berjalan-jalan, ciri-ciri atau gejala lain sleepwalking pada anak dapat dilihat dari perilaku berikut:


  • Duduk di tempat tidur dan mengulangi gerakan. Misalnya menggosok mata berulang-ulang atau menarik baju tidur yang dikenakan.  

  • Wajah anak terlihat linglung (matanya terbuka saat berjalan sambil tidur tetapi sebenarnya penglihatannya tidak sama seperti saat mereka terjaga).

  • Terlihat canggung.

  • Tidak menanggapi saat diajak bicara.

  • Mengoceh saat tidur.

  • Sulit bangun.

  • Berbicara saat tidur.

  • Buang air kecil sembarangan.


Apakah sleepwalking berbahaya?


Sleepwalking sebenarnya tidak berbahaya, Lemomoms. Tetapi kondisi anak yang tidur sambil berjalan, bisa menimbulkan bahaya. Maksudnya, saat anak tidur sambil berjalan anak bisa saja berjalan menuruni tangga, menabrak dinding atau membuka jendela tanpa mereka sadari kemudian membuat anak terluka. Inilah yang dikhawatirkan dari perilaku sleepwalking


Bagaimana cara mengatasi sleepwalking?


Bila Lemomoms menemukan si kecil tidur sambil berjalan, tidak perlu panik, ya. Dilansir dari The Royal Children's Hospital Melbourne, pola tidur anak nantinya akan lebih matang seiring pertumbuhan mereka. 


Namun ketika melihat anak mengalami sleepwalking, Lemomoms dapat  melakukan hal berikut:

  • Jangan menahan anak atau memaksa membangunkan anak saat ia tidur sambil berjalan.

  • Tetap tenang sambil arahkan anak ke tempat tidur perlahan-lahan.

  • Pertahankan jadwal tidur yang teratur dengan rutinitas waktu tidur yang baik, agar anak tidak terlalu lelah.

  • Jaga agar rumah tetap aman dan terlindungi. Kunci jendela dan pintu, dan bersihkan kamar tidur dari benda-benda yang mungkin diinjak atau tersandung anak. Sehingga anak tidak akan terluka saat tidur sambil berjalan.


Bagaimana cara mencegah sleepwalking


Supaya si kecil terhindar dari perilaku sleepwalking, Lemomoms bisa melakukan beberapa langkah pencegahan seperti di bawah ini:


  • Memelihara waktu tidur yang teratur setiap harinya.

  • Pastikan anak tidur dalam suasana yang tenang, gelap dan nyaman,

  • Pasanglah suhu kamar anak kurang dari 24 derajat celcius  agar tubuh anak lebih rileks.

  • Pastikan anak sudah buang air kecil sebelum tidur agar tidak terbangun di tengah malam.

  • Batasi asupan minuman, gula maupun kafein menjelang waktu anak tidur.


Sleepwalking mungkin memang terlihat asing dan cukup aneh. Tetapi tidak perlu panik saat melihat anak mengalami perilaku tidur sambil berjalan ya, Lemomoms. Namun, bila perilaku ini terus berulang hingga membuat anak sering mengantuk di siang hari, sebaiknya berkonsultasilah pada dokter. Dengan begitu, dokter akan melakukan pemeriksaan dan dapat memberikan rekomendasi perawatan yang tepat untuk anak.

Komentar
Belum ada komentar.

Customer Service

(+62) 21 4020 0788

Alamat

Unifam Tower Unit 2FG
Jl. Panjang Blok A3 No. 1 Kedoya Utara, RT.2/RW.7
Jakarta Barat, DKI Jakarta 11520
Indonesia

Ikuti Kami

Download Aplikasi Kami

Lemonilo
Lemonilo
Copyright © 2016-2021 PT. Lemonilo Indonesia Hebat. All rights reserved.