Stunting itu Berbahaya Lho, Bunda! Kenali Gejala, Bahaya, dan Penanganannya Sejak Dini!

18 Okt 2018 @ 18:56:53
Pernah nggak sih Bunda ngelihat anak-anak yang tingginya kurang? Di beberapa daerah, anak-anak seperti ini sering disebut 'anak cebol' atau 'anak kuntet'. Situasi inilah yang sering dikenal dengan istilah stunting

Secara garis besar, stunting itu merupakan sebuah kondisi dimana seorang anak mengalami masalah pertumbuhan sehingga tinggi badannya kurang ideal dibandingkan anak-anak seusianya. Data UNICEF mencatat bahwa pada tahun 2017, terdapat 200 juta di seluruh dunia yang mengalami stunting. Wow! Gede banget 'kan angkanya, Bunda?

Yang lebih mencengangkan lagi adalah WHO mengatakan bahwa 20% anak sudah mengalami stunting sejak dalam kandungan. Makanya, bunda wajib untuk mencukupi kebutuhan nutrisi si buah hati secara serius mulai dari kandungan hingga ia beranjak dewasa.. 

Stunting bisa dibilang kebalikan dari obesitas. Obesitas terjadi karena asupan gizi yang terlalu berlebih pada seorang anak sedangkan stunting terjadi karena kurangnya gizi pada anak sehingga tubuh gagal mendapatkan nutrisi yang cukup untuk mendorong pertumbuhan tubuh.  

Stunting Bisa Terlihat Dari Gejala-Gejala Luar Kok!

Stunting Bisa Terlihat Dari Gejala-Gejala Luar Kok!

Untuk mengenali tanda dan gejala stunting, Bunda kok dengan mudah mengenali dan mengetahui dari tanda luar tubuh anak. Tanda-tanda ini biasanya muncul berupa berat badan atau tinggi badan yang kurang ideal. Jadinya, Bunda bisa segera melakukan penanganan lebih lanjut agar stunting pada anak tidak bertambah parah. Berikut beberapa gejala stunting yang bisa dilihat pada tubuh anak!

Buah Hati Lebih Pendek Dari Anak-Anak Seusianya

Sebagai seorang ibu, Bunda juga dituntut untuk selalu peka terhadap pertumbuhan si buah hati. Umumnya, anak yang bertumbuh akan punya tinggi badan yang kian naik. Untuk itulah, ketika si buah hati punya tinggi badan yang tidak ideal seperti anak sebayanya, Bunda patut curiga bahwa itu adalah gejala stunting. Bunda bisa cari tahu tinggi badan ideal anak dengan mudah di posyandu atau mencarinya di internet. Jika sang buah hati punya gejala ini, segera konsultasikan ke dokter anak untuk menanggulanginya. 

Kalau Berat Badan Cenderung Menurun, Bisa Jadi Gejala Stunting Pada Si Buah Hati 

Bunda juga bisa kenali tanda stunting dari berat badan si buah hati yang tidak bertambah. Justru, anak yang mengalami stunting cenderung menurun berat badannya. Padahal, jika dinalar dengan logika, anak yang bertumbuh secara normal cenderung naik berat badannya. Makanya, Bunda wajib menimbang berat badan bayi selama beberapa bulan untuk mengetahui ada atau tidaknya stunting dalam tubuh anak. Ini bentuk pencegahan terhadap bahaya stunting yang lebih parah. Mencegah lebih baik daripada mengobati kan, Bunda? 

Anak Gampang Capek dan Sakit

Kalau berdasarkan kepercayaan orang di zaman dahulu, anak yang gampang sekali sakit biasanya punya nama yang terlalu tinggi sehingga namanya harus diganti. Padahal, kondisi tubuh anak tidak ada hubungannya dengan nama. Jika si buah hati sering rewel, capek, dan sakit, Bunda wajib waspada kalau itu adalah tanda dari stunting. Jalan satu-satunya adalah segera memperbaiki gizi dan nutrisi yang diterima anak sehingga sistem imunnya tetap berjalan normal. 

Pada Anak Perempuan, Siklus Menstruasi Cenderung Lambat

Stunting bisa terjadi pada siapa saja dan pada tingkatan usia manapun, termasuk anak yang beranjak remaja. Sebagai seorang ibu, Bunda tentu tahu pada usia mana seorang anak perempuan akan mengalami siklus menstruasi pertamanya. Namun, jika menstruasi berjalan lambat, itulah tanda stunting mendekat. Konsultasikan pada dokter untuk penanganan lebih lanjutnya. 

Anak Terlihat Chubby dan Lebih Muda Dari Anak Sebayanya

Bunda tentu senang ya kalau punya anak lucu, chubby dan menggemaskan? Pada usia bayi, tentu saja hal ini bisa jadi hal yang wajar. Namun, kalau sampai ia beranjak besar dan masih terlihat lebih muda dari anak sebayanya, itu tanda stunting, Bunda! Jangan tunggu apa-apa, segeralah periksakan ke dokter anak atau posyandu agar mendapatkan penanganan yang pasti dan cepat.  

Stunting Berbahaya Bagi Anak dan Masa Depannya

Stunting Berbahaya Bagi Anak dan Masa Depannya

Akibat pertumbuhan yang kurang maksimal, anak yang mengalami stunting akan mengalami penurunan fungsi tubuh. Jadinya, si anak tersebut tidak mampu atau kurang dalam melakukan dan menjalankan aktivitas tubuh sebagaimana mestinya.

Stunting Menurunkan Kinerja Kognitif dan IQ Anak 

Salah satu dampak stunting yang bisa terjadi pada anak adalah penurunan kinerja otak dan IQ anak. Hasilnya, si buah hati akan mengalami lambat respon dan kesulitan dalam belajar. Jika hal ini terus berlanjut, bisa-bisa si buah hati juga akan mengalami keterbelakangan mental. Tentunya, bunda tidak mau kan hal ini terjadi pada si buah hati?

Stunting Juga Bisa Berdampak Pada Kematian Lho, Bunda!

Bahaya stunting lainnya yang bunda bisa cermati adalah kematian anak. Biasanya, pada anak yang mengalami stunting, fungsi imun dan daya tahan tubuh menurun drastis karena kurangnya asupan nutrisi ke dalam tubuh. Daya tahan tubuh yang rapuh ini menjadi sasaran empuk untuk beragam penyakit masuk ke dalam tubuh anak. Beragam penyakit inilah yang menjadi biang keladi banyaknya kasus kematian anak akibat stunting.

Pertolongan Pertama Saat Mengetahui Kasus Stunting

Pertolongan Pertama Saat Mengetahui Kasus Stunting

Stunting bukanlah hal yang remeh untuk Bunda acuhkan begitu saja. Tak hanya soal masa depan si buah hati, gangguan kesehatan ini juga mengancam nyawa dari si buah hati yang bisa kapan saja terenggut. Makanya, jangan ragu melakukan beberapa pertolongan pertama saat ada gejala stunting yang terlihat pada anak!

Perbaiki Gizi dan Nutrisi Pada Makanan Harian Anak

Makanan yang tidak bergizi menjadi awal terjadinya stunting lho, Bunda. Untuk itu, pertolongan awal yang bisa diberikan kepada anak adalah memperbaiki gizi dan nutrisi yang diberikan pada anak. Berikan makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral agar fungsi metabolisme tubuhnya kembali normal. 

Konsultasikan Dengan Posyandu atau Hubungi Dokter Jika Gejalanya Terus Berlanjut

Jika gizinya sudah dicukupkan setiap hari dan kondisi anak tidak berubah, saran berikutnya dari penulis adalah agar Bunda mengkonsultasikan kondisi anak ke posyandu atau jangan ragu untuk menghubungi dokter anak. Tentunya, penanganan yang lebih intensif bisa mengembalikan kondisi anak menjadi normal.

Ingat, Bunda... Stunting jangan dianggap remeh! 


Artikel Terkait

Sajikan MPASI Lezat dengan Kaldu Penuh Manfaat
Setelah buah hati mencapai usia enam bulan, Moms harus mulai menyiapkan makanan pendamping ASI (MPASI) untuknya. Maklum,..
OT Handoko
11 Desember 2018
Tahu Nggak Sih? Ini Lho Manfaat di Balik Sedapnya Bumbu Pelengkap Masakan
Ada gula, ada semut. Begitu juga, ada makanan tentu ada bumbu pelengkap masakan yang bikin lezat makanan. Bukan hanya me..
OT Handoko
10 Desember 2018
Banyak Rempah Eksotis Asli Bumi Indonesia Bermanfaat Lho, Tahu Nggak Kamu?
Sejak jaman penjajahan, Indonesia sudah dikenal sebagai negeri penghasil rempah. Tak hanya sebagai bumbu masak, rempah-r..
OT Handoko
07 Desember 2018