5 Manajemen ASIP untuk Ibu Bekerja Agar Stok ASI Tercukupi

18 Sep 2020 @ 13:11:41
Bagi ibu yang masih memiliki anak bayi, kembali bekerja biasanya menjadi kegalauan tersendiri. Apalagi jika sang bayi masih bergantung pada ibu lewat ASI. Hanya saja saat ini teknologi untuk memerah ASI sudah semakin canggih, sehingga ibu bisa menyiapkan ASI yang cukup selagi ditinggal bekerja.

Namun, memerah ASI juga membutuhkan manajemen yang baik agar jumlah yang diproduksi cukup untuk kebutuhan bayi. Inilah 5 tips yang bisa dicoba para ibu pejuang ASI untuk memenuhi kebutuhan ASI para bayi selama ditinggal bekerja.

1. Jauh-jauh hari mulai memerah ASI

Banyak ibu baru yang tak menyadari bawah ASI tak bisa begitu saja langsung keluar dengan deras. Harus ada rangsangan agar ibu bisa memproduksi banyak ASI, salah satunya dengan cara sering mengeluarkan ASI. Baik dengan cara disusukan langsung pada bayi atau diperah. Sebab produksi ASI mengandalkan konsep demand and supply. Jika semakin sering mengeluarkan ASI, maka tubuh akan membaca sinyal untuk memproduksi ASI lebih banyak. Sebaliknya, jika semakin jarang mengeluarkan ASI, maka produksi ASI pun akan ikut turun.

Demi bisa mengumpulkan ASI perah yang mencukupi kebutuhan bayi saat ditinggal ibu bekerja, sebaiknya ibu mulai memerah ASI jauh hari sebelum kembali bekerja atau paling lama satu bulan sebelum kembali bekerja. Dengan cara ini, diharapkan stok ASI bisa mulai terkumpul sedikit demi sedikit.

2. Hitung berapa kebutuhan ASI bayi per harinya

Hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah menakar kebutuhan ASIP untuk bayi dalam sehari. Dikutip dari The Asianparent Indonesia, Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) menjelaskan sebuah teori yakni kebutuhan ASIP bayi per hari adalah berat badan bayi kali 100 mili. Jadi misalkan berat bayi mencapai 5 kilogram, maka kebutuhan ASIP per harinya diperkirakan 500 mili.

Namun, tentu saja takaran ini tidaklah saklek, bisa lebih maupun kurang. Semua tergantung kepada kebutuhan bayi. Sebelum kembali bekerja, sebaiknya ibu mulai menakar seberapa banyak kebutuhan bayi.

3. Jangan lewatkan jadwal pumping ASI

Jadwal pumping ASI sangat penting untuk dipatuhi dan jangan sampai dilewatkan. Apalagi rajin memerah ASI bisa membantu meningkatkan produksi ASI. Sebelum kembali bekerja, ibu sebaiknya membuat jadwal rutin memerah ASI. Memerah ASI bisa dilakukan di sela-sela menyusui bayi.

Adapun jadwal yang bisa digunakan adalah pagi hari sebelum berangkat ke kantor sekitar 15-30 menit. Lalu saat di kantor bisa memerah ASI 3-4 jam sekali. Setelah pulang ke rumah, susui bayi secara langsung. Ditambah sebelum tidur, ibu bisa kembali memerah ASI.

4. Pastikan menyimpan ASIP dengan benar

Simpan ASIP di wadah khusus, seperti botol kaca atau kantong plastik ASIP sekali pakai. Selama di kantor, simpan ASIP di kulkas yang ada di kantor di bagian freezer. Jangan lupa tuliskan nama, tanggal, serta jam ASIP tersebut diperah.

Saat ASIP dibawa pulang, pastikan membawanya dengan ice gel dan dimasukkan dalam cooler bag agar ASIP tidak basi selama perjalanan. Sesampainya di rumah, segera pindahkan ASIP ke kulkas dan menatanya sesuai urutan tanggal.

5. Menentukan cara yang tepat untuk memberikan ASIP pada bayi

Ada beberapa pilihan dalam menetukan ASIP mana yang akan diberikan kepada bayi. Paling ideal memang memberikan ASIP yang baru saja diperah kepada bayi, karena kandungan gizinya masih paling mendekati. Namun jika seperti ini, ASIP yang disimpan cukup lama di freezer kemungkinan menjadi tak terpakai.

Dikutip dari The Asiaparent Indonesia, ada metode yang disebut LIFO (last in first out) dan FIFO (first in first out). LIFO berarti ASIP yang baru diperah, yang akan pertama kali digunakan. Sementara FIFO adalah ASI yang pertama disimpan, akan keluar duluan. 

Agar tetap bisa memenuhi gizi bayi dengan ASIP fresh, maka ibu bisa mengkombinasikan kedua metode ini. Dari jumlah total ASIP yang dibutuhkan bayi, ada pembagian dari ASIP LIFO dan ASIP FIFO.

Dengan cara-cara di atas, kini bukan hal yang mustahil bagi ibu-ibu bekerja untuk memberikan bayi mereka ASI eksklusif. Namun selain hal-hal teknis di atas, para ibu juga harus mempertahankan konsistensi dan rasa bahagia selama masa menyusui.

Artikel Terkait

Klarifikasi Atta Halilintar dan Aurel Sempat Bertengkar, Ternyata Rebutan Mie Lemonilo!
Atta juga menyiapkan makan malam romantis dengan hidangan mie instan Lemonilo kesukaan aurel..
Shella Rafiqah Ully
23 September 2020
Wow, Sehat bareng Keluarga A6! Gowes Sambil Keliling Pantai di Bali
Aktivitas bersepeda yang dilakukan keluarga Hermansyah tentunya memberi banyak manfaat kesehatan..
Shella Rafiqah Ully
22 September 2020
Ulang Tahun Rafathar, Nagita Slavina Ajarkan Pola Hidup Sehat untuk Sang Buah Hati
Harapan Gigi dan Raffi, Rafathar bisa tumbuh meenjadi anak yang sehat dan bahagia..
Shella Rafiqah Ully
04 September 2020