Tak Cuma Calon Ibu, Para Calon Ayah Juga Perlu Lakukan 5 Persiapan Ini Sebelum Persalinan

10 Jun 2020 @ 13:39:10
Pertama kali kamu mengetahui dirimu akan menjadi ayah tentulah jadi momen bersejarah dalam hidup. Entah apakah kamu masih surprised dengan hasil test pack istri, atau kehadiran buah hati merupakan sesuatu yang telah kamu nantikan sekian lama.

Kamu mungkin mengalami berbagai perasaan di saat yang sama dan itu normal. Perasaan campur aduk antara bahagia, surprised, khawatir, dan berbagai perasaan lainnya sangat umum dialami para calon Ayah meskipun kamu sudah  lama menantikan kehadiran sang buah hati.

Momen ketika bayimu lahir hati dipenuhi rasa kagum, takjub, dan syukur. Di sisi lain, kamu dan pasangan merasa bingung “Bagaimana cara menggendong bayi yang sangat mungil ini?”; “Bagaimana cara menenangkan bayi?”; “Apa arti tangisannya kali ini?”“Ia terlihat sangat ringkih. Aku takut menyakitinya”.

Kebingungan ini wajar dirasakan, terlebih jika ini adalah pertama kali kalian menjadi orang tua. Kurangnya pengetahuan dan kesiapan untuk menjadi orang tua dapat memiliki dampak jangka panjang terhadap dinamika relasi dalam keluarga serta perkembangan psikologis anak. Maka dari itu, penting sekali bagi para orangtua mempersiapkan diri (termasuk membekali diri dengan pengetahuan) dalam menyambut hadiah terindah dari Tuhan. 

Sejak mengetahui dirimu akan menjadi Ayah, kamu dapat mencari berbagai informasi mengenai kehamilan, persalinan, dan pengasuhan anak. Meskipun tidak ada calon ayah yang benar-benar siap 100 persen atas berbagai hal yang akan mereka hadapi, setidaknya kamu dapat lebih percaya diri ketika menjalankan peran barumu nanti.  

Kamu memiliki waktu 9 bulan untuk mempersiapkan diri. Kamu memiliki 9 bulan untuk tumbuh bersama pasangan dalam menyambut kehadiran buah hati. Selama 9 bulan ini kamu dapat meningkatkan berbagai kualitas dalam diri yang akan sangat berguna ketika si kecil lahir.

Misalnya: kebaikan, rasa sabar, kepekaan, perhatian terhadap detail, inisiatif untuk membantu, sigap, kerjasama yang baik dengan pasangan, rasa humor, dan mampu menikmati setiap moment yang ada.

Berbagai kualitas ini dapat memengaruhi bagaimana kamu berinteraksi dengan anak, bagaimana kamu memperlakukan pasangan, dan bagaimana kamu memperlakukan dirimu sendiri. 

Selain berbagai kualitas di atas yang merupakan fondasi, ada pula beberapa hal spesifik yang dapat kamu lakukan dalam mempersiapkan diri untuk menjadi ayah. Terutama persiapan-persiapan yang harus dilakukan sebelum persalinan istri.

1. Menyadari peran penting seorang ayah dalam keluarga

Dulu kehamilan berfokus pada ibu sehingga para ayah seringkali merasa terabaikan. Sekarang kehamilan tidak lagi menjadi urusan eksklusif para ibu. Para istri sebenarnya ingin pasangannya lebih terlibat selama kehamilan, persalinan, dan pengasuhan anak.

Bagi anak, kehadiran ayah tidak kalah pentingnya dengan kehadiran ibu. Jangan 'mengecilkan' apa yang dapat kamu lakukan karena peran aktifmu sebagai ayah sangat dibutuhkan.

2. Mengamati dan diskusi dengan para ayah lain

Kamu dapat mengamati bagaimana para ayah lain mengasuh anak mereka. Hal yang baik dapat kamu terapkan untuk menghindari apa yang tidak baik. Kamu juga dapat berdiskusi dengan mereka karena mereka pernah berada di posisi yang sama. 

3. Ciptakan memori

Seiring dengan perjalanan kehamilan dan berbagai penyesuaian yang kamu lakukan bersama pasangan, jangan lupa untuk menciptakan memori dan rayakan berbagai momen dalam perjalananmu.

Kamu dan istri dapat membuat blog atau jurnal yang berisi berbagai foto, video, dan catatan mulai dari saat kalian mengetahui hadirnya si kecil sampai ia lahir dan tumbuh. Hargai setiap hal, sekecil apapun itu.

Ketika kamu mengalami hari-hari yang berat dalam menjalankan peran sebagai ayah, kamu juga dapat melihat jurnal ini dan jadinya akan sangat bersyukur dengan anugerah Tuhan pada keluargamu.

4. Tetap jaga kedekatan dengan pasangan

Tubuh wanita mengalami perubahan besar selama kehamilan. Ia mungkin merasa mual, begah, pegal, tidak nyaman, dan sebagainya. Pijatan kecil dan pelukan hangat dapat membuat para ibu merasa nyaman.

Di sisi lain, para calon ayah pun mengalami berbagai hal yang mungkin membuat mereka tidak nyaman. Jangan sungkan untuk bicarakan hal ini dengan pasangan dan sampaikan apa yang membuatmu merasa lebih nyaman. Kalian akan menjadi orang tua. Penting sekali untuk tetap saling memperhatikan satu sama lain. 

5. Saatnya tumbuh

Ini merupakan saran yang paling penting karena akan mempengaruhi bagaimana kamu menjalankan peran sebagai ayah. Untungnya kamu memiliki waktu 9 bulan untuk mempersiapkan diri menjadi ayah. Manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Ayah juga dapat membagi kehamilan ke dalam 5 fase untuk mempersiapkan diri seperti berikut.

  • Fase Pertama: Sejak ayah mengetahui kehamilan istri hingga usia kehamilan 12 minggu
Pada fase ini para ibu biasanya merasa tidak nyaman, mual, lelah, mudah terpicu emosinya. Pada fase ini kamu mulai membiasakan diri bahwa kamu akan menjadi ayah. Perjalananmu untuk tumbuh dimulai dari sini. 

Cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai apa saja yang mungkin kamu dan pasangan hadapi selama kehamilan sampai persalinan. Mulai dari siapa tenaga kesehatan yang akan mendampingi selama proses kehamilan sampai membantu persalinan (dokter, bidan, doula), berbagai opsi persalinan, tempat persalinan, apa saja yang akan dihadapi di setiap minggu kehamilan, dan sebagainya. 

  • Fase Kedua: Usia kehamilan istri 12–24 minggu
Pada umumnya di fase ini para ibu mulai merasa lebih nyaman dengan tubuh mereka. Kehamilan mereka lebih terlihat. Kamu semakin bangga dan tidak sabar untuk segera menjadi Ayah. Jangan lupa untuk meningkatkan berbagai kualitas yang dibutuhkan untuk menjadi Ayah, agar kamu dapat lebih optimal dalam menjalankan peran sebagai ayah kelak.

  • Fase Ketiga: Usia kehamilan istri 24 minggu sampai kamu mengikuti kelas bersalin
Pada fase ini kamu dapat merasakan tendangan janin di perut istri. Waktu persalinan juga semakin dekat. Pada fase ini kamu dapat mempersiapkan diri untuk persalinan, misalnya dengan mengikuti kelas bersalin. Kamu juga dapat membekali diri dengan berbagai pengetahuan tentang pengasuhan anak, mengamati bagaimana para ayah berinteraksi dengan anak mereka di berbagai usia.
 
  • Fase Keempat: Usia kehamilan istri 32 minggu sampai persalinan
Para ibu biasanya mulai merasa tidak nyaman seiring dengan semakin besarnya janin. Persalinan dapat terjadi kapan saja. Semoga kamu dan istri telah membekali diri dengan berbagai teknik dalam menyambut hari besar nanti. 

  • Fase Kelima: Saat Persalinan
Ini adalah momen bersejarah yang sudah kamu nantikan dan persiapkan selama ini. Nikmati setiap momen yang ada. Selamat bertumbuh dalam peran baru sebagai ayah.

Artikel Terkait

Klarifikasi Atta Halilintar dan Aurel Sempat Bertengkar, Ternyata Rebutan Mie Lemonilo!
Atta juga menyiapkan makan malam romantis dengan hidangan mie instan Lemonilo kesukaan aurel..
Shella Rafiqah Ully
23 September 2020
Wow, Sehat bareng Keluarga A6! Gowes Sambil Keliling Pantai di Bali
Aktivitas bersepeda yang dilakukan keluarga Hermansyah tentunya memberi banyak manfaat kesehatan..
Shella Rafiqah Ully
22 September 2020
5 Manajemen ASIP untuk Ibu Bekerja Agar Stok ASI Tercukupi
Memerah ASI juga membutuhkan manajemen yang baik agar jumlah yang diproduksi mencukupi kebutuhan bayi..
Shella Rafiqah Ully
18 September 2020