Download Aplikasi Lemonilo
Butuh Bantuan?
Lemonilo
Kategori
Search Icon
Cart
Lemonilo
Home Icon
Kesehatan Tubuh

Selain Jerawatan, Ini 5 Ciri Perubahan Hormon Jelang Menstruasi

Shella Rafiqah Ully
Shella Rafiqah Ully
20 Oct 2020
Clock Icon
4 menit
Tak Melulu Jerawatan, Ini 5 Ciri Perubahan Hormon Saat Menstruasi Akan Datang
Pada umumnya, wanita harus melewati fase menstruasi setiap bulannya. Menstruasi sendiri adalah proses peluruhan lapisan dinding rahim saat tidak dibuahi ditandai dengan pendarahan. Siklus ini terjadi setiap bulan selama masa reproduksi seorang wanita. 

Masa menstruasi pada setiap wanita pun berbeda-beda. Namun, normalnya masa menstruasi terjadi selama 5-7 hari meskipun tidak menutup kemungkinan ada wanita yang masa menstruasinya bisa lebih panjang dari waktu tersebut (hingga 14 hari). Jika menstruasi berlangsung lebih dari masa tersebut maka sebaiknya segera konsultasikan ke dokter ya.

Kebanyakan wanita memiliki siklus menstruasi setiap bulan yang tetap, misal 28 hari plus minus 2 hari. Dan setiap mendekati hari menstruasi, perubahan hormon pada tubuh pun terjadi. 

Beberapa berpikir jika jerawat adalah salah satu tanda periode menstruasi akan datang. Padahal perubahan hormon menjelang menstruasi tak hanya wajah yang tiba-tiba berjerawat. Dan beberapa hal ini jadi tanda perubahan hormon saat menstruasi akan datang.

Ciri-ciri perubahan hormon menjelang menstruasi



Ada empat hormon yang memengaruhi siklus menstruasi pada setiap wanita. Yakni hormon estrogen, progesteron, hormon perangsang folikel (FSH), dan hormon luteinizing (LH).

1. Munculnya jerawat

Gejala ini memang tak selalu dialami para wanita. Namun ciri-ciri ini biasanya jadi tanda umum masa menstruasi akan datang. Menurunnya hormon progesteron dan estrogen menjelang akhir fase luteal (pra-menstruasi) menyebabkan produksi minyak berlebih dan bisa menyumbat pori-pori kulit. Penyumbatan pori-pori kulit inilah yang membuat bakteri mudah berkembang pada kulit dan risiko munculnya jerawat makin tinggi.

2. Kram perut

Kram perut biasanya terjadi beberapa hari ini sebelum jadwal menstruasi yang datang hingga dua atau tiga hari saat masa menstruasi. Kram perut terjadi karena pada akhir masa pra-menstruasi, hormon prostaglandin akan meningkat. Peningkatan hormon prostaglandin inilah yang menyebabkan kontraksi rahim dan peluruhan dinding rahim dimulai. 

Kram perut ini biasanya dirasakan para wanita di perut bagian bawah dan bisa menjalar ke bagian punggung. Kamu bisa mengurangi rasa sakitnya dengan kompres hangat atau dengan obat pengurang nyeri.

3. Payudara yang terasa nyeri

Dikutip dari situs Healthline dalam artikel Premenstrual Breast Swelling and Tenderness, pada tengah menuju akhir fase luteal (pra-menstruasi) hormon estrogen meningkat sedikit menyebabkan kelenjar payudara membesar sedangkan hormon progesteron akan meningkat tajam dan menyebabkan kelenjar susu membengkak.

Gabungan kedua peningkatan hormon ini yang menyebabkan payudara terasa bengkak dan nyeri. Biasanya nyeri ini akan berangsur berkurang seiring turunnya kedua hormon tersebut dan menghilang saat menstruasi.

4. Perubahan mood

Gejala  ini menjadi yang paling umum dialami saat masa menstruasi akan datang. Perubahan mood ini terjadi berhubungan dengan naik turunnya hormon estrogen pada fase luteal. Menurunnya hormon estrogen bagi beberapa orang menjadi mudah marah, tersinggung, dan gampang menangis. Hal ini dapat diperparah dengan adanya stressor dari luar. 

5. Sulit tidur

Jika kamu merasa tubuh sudah sangat lelah tetapi mengalami sulit tidur, bisa jadi sebentar lagi periode menstruasimu akan segera datang. Gejala ini muncul berhubungan dengan turunnya hormon progesteron. Gangguan tidur ini juga bisa efek dari perubahan mood yang menjadi lebih cemas atau karena nyeri perut yang dirasakan menyebabkan gangguan tidur.

Namun, tanda-tanda ini tidak akan berlangsung lama. Untuk menjaga stamina selama masa menjelang dan saat menstruasi, wanita disarankan untuk tetap melakukan olahraga ringan untuk menjaga stamina, banyak minum air putih, dan mengompres perut bagian bawah dengan air hangat saat kram perut mulai terasa.

Normalnya, masa PMS akan hilang setelah fase haid sudah dimulai. Gejala PMS bisa dikurangi dengan mengurangi stres dan menjaga tubuh dari kelelahan. Namun, jika kamu mengalami gejala PMS yang cukup berat, terutama gejala mood dan mengganggu kualitas harian, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter. Bisa jadi kamu sedang mengalami Pre Menstrual Dysphoric Disorder (PMDD). 

Sementara bagi kamu yang sudah pernah hamil dan melahirkan, di masa-masa kembali menstruasi, gejala PMS yang kamu rasakan biasanya akan berbeda.

Artikel ini telah di-review oleh Tim Dokter Mamanesia (dr. Pritta Diyanti, dr. Rizqii Nurdini, dan dr. Kanya Tania)
Komentar
Belum ada komentar.
Copyright © 2016-2021 PT. Lemonilo Indonesia Hebat. All rights reserved.