Tak Perlu Risau, Inilah 5 Cara Bangun Pagi yang Menyehatkan Tubuh!

31 Aug 2018 @ 12:02:05
Hal awal yang sebenarnya perlu diperhatikan adalah bangun pagi. Cara bangun pagi yang tepat dan sehat akan membantu kamu untuk mendapatkan energi penuh untuk beraktivitas. Sebaliknya, cara bangun pagi yang salah menyebabkan energi tubuh berkurang dan kamu rentan mengantuk ketika siang atau sore hari menjelang. Imbasnya, aktivitas kamu akan terganggu karena kamu mengantuk. 

Sayangnya, banyak orang yang bangun tidur dengan cara yang salah. Hal ini menyebabkan mereka sering mengalami mood swing ketika menjalani aktivitas sehari-hari. Ditambah lagi, cara bangun tidur yang salah menyebabkan rasa kantuk yang tak tertahankan sehingga kamu bekerja tidak maksimal. Untuk menyiasati hal ini, cobalah untuk mengubah cara bangun tidurmu sekarang juga!

1. Sinar Matahari Adalah Media Terbaik Untuk Bangun Pagi

Sinar Matahari Adalah Media Terbaik Untuk Bangun Pagi

Penelitian University of Chicago tahun 2000 mengatakan bahwa cahaya matahari membantu mengurangi kadar melatonin, hormon yang membantu manusia tidur pulas. Melatonin ini bekerja lebih baik saat manusia berada di ruangan gelap ketimbang terang. Selain itu, Universitas Luebeck Jerman juga menyatakan dalam penelitiannya pada 2004 bahwa cahaya matahari yang masuk ke kamar juga mengurangi hormon kortisol yang juga membantu manusia untuk tidur lelap.

2. Bebas Dari Alarm Pembangun yang Kamu Set Sendiri

Bebas Dari Alarm Pembangun yang Kamu Set Sendiri

Wake Up Alarm atau Alarm Pembangun merupakan cara yang banyak ditempuh untuk mereka yang sulit bangun pagi atau yang punya insomnia akut. Padahal, tubuhmu punya alarm pembangun sendiri di otak. Itulah sebabnya penggunaan wake up alarm dapat memperburuk kerja jantung dan otak karena memaksa otak dan jantung untuk cepat bekerja, bukan secara bertahap dan natural. 

3. Tidak Terbiasa Untuk Snoozing di Pagi Hari

Menggunakan Wake Up Alarm Hanya Untuk Menekan Tombol Snooze di Pagi Hari

Banyak orang yang menggunakan alarm untuk bangun pagi, namun ketika alarm menyala, mereka hanya menekan tombol snooze dan lekas tidur lagi. Padahal, kebiasaan ini bukanlah sebuah kebiasaan yang menyehatkan. Natalie Dautovic, peneliti dari National Sleep Foundation mengatakan bahwa tubuh punya siklus tidur tersendiri yang tidak boleh terputus. Menekan tombol snooze dan tidur lagi tidak membuat kamu jadi lebih punya energi, melainkan akan lebih lelah. Hal ini sama efeknya jika kamu hanya tidur 2-3 jam sehari. 

4. Buka Mata dan Segera Cari Air Putih Untuk Kembalikan Cairan Tubuh

Buka Mata dan Segera Cari Air Putih Untuk Kembalikan Cairan Tubuh

Tak hanya ketika berolahraga atau beraktivitas, tubuh juga kehilangan cairan ketika tidur. Penguapan lewat pernapasan dan melalui kulit membuat manusia kehilangan cairan selepas tidur malam. Itulah mengapa kamu sering merasa haus selepas tidur malam. Untuk itulah, ketika bangun tidur, cobalah untuk mencari air putih atau minuman lainnya, seperti teh atau kopi untuk membantu bangun tidur ataupun mencukupi cairan tubuh selepas bangun tidur. 

5. Merapikan Tempat Tidur Selepas Bangun Tidur

Merapikan Tempat Tidur Selepas Bangun Tidur

Hal yang baik dan menyehatkan adalah merupakan merapikan tempat tidur. Hal ini membantu saraf otak dan jantung untuk bekerja secara bertahap sehingga kesehatan kejiwaan, otak, dan jantung. Selain itu, merapikan tempat tidur membebaskan kamu dari beragam debu dan kutu yang bisa saja terhirup masuk ke paru-paru dan menyebabkan penyakit. 

Artikel Terkait

Kurang Minum Sebabkan Dehidrasi, Apa Gejala dan cara Mengobatinya?
Kebiasaan minum yang sangat sedikit bisa menyebabkan dehidrasi tubuh, lalu bagaimana cara jika dehidrasi sudah terlanjur..
Rizki Indra
31 Juli 2020
7 Manfaat Senam Kegel, Bagaimana Cara Melakukanya?
Senam kegel memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, khususnya bagi para wanita. Inilah berbagai manfaat tersebut...
Rizki Indra
31 Juli 2020
Apa Kabar Ayla Dimitri, Our Lemonilo Crush July Selama Pandemi?
Ayla Dimitri justru menemukan banyak hal baru bagi dirinya selama quarantine di masa pandemi..
Shella Rafiqah Ully
31 Juli 2020