Tak Suka Makan Buah dan Sayur, Bisakah diganti dengan Suplemen?

24 Aug 2020 @ 09:39:05
Bukan menjadi rahasia lagi jika buah dan sayur memiliki kandungan gizi yang sangat bermanfaat untuk tubuh. Namun, sayangnya tak semua orang memiliki ketertarikan untuk mengonsumsi buah dan sayur.

Bagi orang yang malas mengonsumsi buah dan sayur, kemudian mencoba menggantinya hanya dengan vitamin dan mineral kemasan pabrik atau yang selama ini dikenal dengan nama suplemen. Namun benarkah suplemen bisa benar-benar menggantikan manfaat sayur dan buah bagi tubuh?

Manfaat buah dan sayur

Dikutip dari Live Strong, 70 persen kematian di Amerika Serikat setiap tahunnya disebabkan oleh penyakit kronis seperti jantung, diabetes, dan kanker. Namun kabar baiknya, penyakit-penyakit kronis ini bisa dicegah atau dikurangi risiko lewat pola makan yang sehat.

Pola makan sehat yang dapat mengurangi risiko penyakit kronis antara lain dengan rajin mengonsumsi buah dan sayuran. Melansir dari Live Strong, buah dan sayur kaya dengan vitamin, mineral, fitokimia, dan antioksidan yang dapat mengurangi risiko penyakit kronis. Selain itu buah dan sayur tidak hanya mengandung vitamin dan mineral, tetapi juga mengandung serat pangan dan phytochemicals yang berperan sebagai antioksidan dan agen anti peradangan.

Konsumsi serat yang cukup berhubungan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular dan obesitas. Salah satu contoh buah yang terbukti memiliki sifat anti peradangan adalah cranberry yang bermanfaat mencegah dan mengobati infeksi saluran kemih.

Selain itu, anggur mengandung antioksidan polyphenol yang dapat mencegah penumpukan lemak dalam pembuluh darah. Manfaat tambahan dari konsumsi buah dan sayur adalah terciptanya rasa kenyang yang lebih lama.

Segala manfaat buah dan sayur bisakah digantikan dengan suplemen?

Seperti telah disebutkan di atas, manfaat buah dan sayur sangat banyak untuk kesehatan tubuh. Namun, masih banyak orang yang tak suka atau terlalu sedikit mengonsumsi buah dan sayur. Mereka kemudian mencoba mengganti kandungan yang bisa didapat dari buah dan sayur dengan mengonsumsi suplemen.

Sayangnya, banyak manfaat buah dan sayur tidak bisa didapatkan dalam suplemen. Tidak ada vitamin yang mampu sepenuhnya menggantikan segala kandungan yang ada dalam buah dan sayur.

Suplemen vitamin dan mineral berfungsi untuk membantu memenuhi individu yang mengalami kekurangan atau defisiensi zat gizi tertentu, atau mengalami peningkatan kebutuhan zat gizi yang sulit untuk dipenuhi melalui konsumsi makanan saja.
Beberapa contoh kondisi yang memerlukan konsumsi suplemen, antara lain misalnya pada ibu hamil dianjurkan konsumsi suplemen zat besi, atau pada individu yang mengalami defisiensi vitamin A dianjurkan konsumsi suplemen vitamin A.

Mengonsumsi suplemen tidak akan membuat tubuh mendapatkan segala nutrisi jika mengonsumsi berbagai macam buah dan sayur. Selain itu, kandungan dalam suplemen buatan tidak sepenuhnya dibuat dari bahan-bahan alami seperti buah dan sayur. Kebanyakan diolah lewat proses kimia di laboratorium. Sehingga tak menutup kemungkinan kandungan dalam suplemen akan sulit diolah oleh tubuh.

Risiko terlalu banyak mengonsumsi vitamin atau suplemen

Dilansir dari Live Strong, kandungan vitamin dan suplemen biasanya memiliki dosis yang lebih tinggi dibandikan apabila kita mengonsumsi buah dan sayur. Kandungan vitamin atau suplemen yang terlalu tinggi ini bisa memberikan risiko keracunan vitamin.

Kelebihan konsumsi vitamin dan mineral tertentu dapat menimbulkan penumpukan zat gizi di dalam tubuh dan dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan, seperti kerusakan ginjal, bahkan pada ibu hamil dapat menyebabkan cacat pada janin.

Pada dasarnya mengonsumsi suplemen atau vitamin tambahan tidak membahayakan bagi tubuh, asal dikonsumsi dengan dosis yang tepat dan telah terlebih dulu mendapatkan anjuran dari dokter atau ahli gizi. Namun, meski suplemen dan vitamin dalam dosis tepat baik bagi tubuh, kandungannya tak akan bisa mengalahkan kandungan nutrisi dalam sayur dan buah.

Sesuai anjuran Kementrian Kesehatan RI dalam Pedoman Gizi Seimbang, sebaiknya mengonsumsi beraneka ragam jenis sayur dan buah. Jumlah konsumsi yang dianjurkan minimal 3 - 4 porsi sayur dan 2 - 3 porsi buah setiap hari.

Artikel Terkait

5 Pilihan Ikan yang Baik Dikonsumsi Tubuh, Termasuk Salmon Lho!
Ikan mengandung asam lemak omega-3 yang penting untuk menjaga kesehatan otak dan jantung..
Shella Rafiqah Ully
23 September 2020
Lagi Hits! Ini 5 Manfaat Shirataki Bagi Kesehatan
Nasi dan mie shirataki dikenal bisa membantu program diet karena kadar kalorinya yang sangat rendah..
Shella Rafiqah Ully
22 September 2020
Ini 7 Manfaat Daun Pepaya Salah Satunya Bisa Menyembuhkan Malaria
Meski memiliki rasa yang pahit, nyatanya jika diolah dengan benar ada banyak sekali manfaat daun pepaya untuk kesehatan..
Rizki Indra
17 September 2020