Tangan Kering Karena Sering Dicuci? Jaga Kelembabannya dengan 3 Tips Ini!

27 Apr 2020 @ 13:47:12
Cara paling efektif yang dianjurkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam mencegah penyebaran COVID-19 adalah dengan menjaga kebersihan tangan. Cuci tangan hingga bersih (atau menggunakan hand sanitizer berbahan alkohol) wajib dilakukan setelah bersin, sebelum makan, setelah makan, sebelum menyentuh tangan, hidung dan mata.

Di sisi lain, rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan hand sanitizer dapat menyebabkan tangan menjadi lebih kering dan iritasi sehingga lebih rentan terhadap infeksi. Lalu, apa saja yang harus diperhatikan untuk menjaga kesehatan kulit tangan? Apakah perlu mengurangi kebiasaan mencuci tangan? Yuk, kita bahas sama-sama, Lemonizen!

Tidak Hanya Kering, Kulit Tangan Juga Bisa Mengelupas

Dr Ismat, dermatolog/ spesialis kulit sebuah klinik kecantikan di London, Pulse Light Clinic, mengatakan bahwa mencuci tangan terlalu sering dapat menyebabkan kulit menjadi kering dan iritasi. Kulit yang iritasi dapat menyebabkan kulit mengelupas dan sakit hingga meningkatkan risiko infeksi, apalagi bagi orang dengan kulit sensitif.

Selain menjadi kering dan mengelupas, kulit juga menjadi gatal, pecah-pecah, melepuh hingga timbul ruam dan luka karena kerusakan yang dialami oleh lapisan pelindung.  Kulit semakin sulit menjaga kelembabannya, sehingga menjadi semakin tipis.

1. Gunakan Hand Cream Setelah Mencuci Tangan atau Menggunakan Hand Sanitizer



Jaga lapisan pelindung kulit dengan memastikan kulit tangan tetap lembab sehingga dapat menekan dan mencegah iritasi hingga infeksi pada kulit tangan. Pilih hand cream dengan kandungan vitamin E dan ceramide untuk melembabkan dan memberi nutrisi pada tangan. Pun, pastikan untuk selalu memilih hand cream tanpa pewangi tambahan karena pewangi tambahan juga akan membuat tangan kering. 

Biasakan untuk menggunakan hand cream setiap habis mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer. Tenang, menggunakan hand cream tidak mengurangi keefektifan penggunaan sabun dan hand sanitizer, lho! 

2. Jangan Asal Pilih Sabun



Menggunakan sabun yang membantu melembabkan kulit dan tidak mencegah iritasi sangat membantu menghindari kulit tangan menjadi kering. Contohnya gunakan sabun yang mengandung gliserin dan lanolin.

Hindari penggunaan sabun yang mengandung parfum sintetis, pengawet, serta Sodium Lauryl Sulphate (SLS) yang memicu kulit kering dan pecah-pecah. Sabun cair juga lebih dianjurkan karena sabun batang biasanya memiliki pH yang lebih tinggi dan dapat membuat kulit kering.

3. Jangan Cuci Tangan dengan Air Panas



Hindari juga mencuci tangan dengan air panas karena akan mudah menghilangkan minyak alami di kulit tangan. Minyak alami ini berfungsi untuk menjaga air di lapisan kulit agar kulit tetap lembab. Jika cuaca sedang dingin, mencuci tangan dapat dilakukan dengan menggunakan air yang suhunya suam-suam kuku.

Setelah mencuci tangan, keringkan tangan dengan menepuk pelan agar tangan tidak lecet atau perih dan menimbulkan iritasi. Penggunaan alat pengering juga tidak dianjurkan, karena selain tidak higienis juga embusan udara panas malah membuat tangan menjadi kering.

Meskipun begitu, jangan anggap hal ini sebagai tanda untuk berhenti mencuci tangan ya, Lemonizen. Mencuci tangan secara bersih dan rutin sangat diperlukan dalam mencegah penyebaran COVID-19, namun para ahli dermatologi menyarankan bahwa menjaga kelembaban tangan agar menghindari infeksi juga sangat penting. 

Artikel ini telah di-review oleh Tim Dokter Mamanesia (dr. Pritta Diyanti, dr. Rizqii Nurdini, dan dr. Kanya Tania)

Artikel Terkait

Inilah 7 Manfaat Daun Sirih, Cegah dan Sembuhkan Pneumonia
Tahukah kamu? Ternyata ada banyak sekali manfaat daun sirih, termasuk untuk penyakit pneumonia..
Rizki Indra
17 September 2020
Ngobrol Bareng Raffi Ahmad, Daniel Mananta Bongkar Rahasia Gaya Hidup Sehat
Setiap hari Daniel bangun pukul 4 pagi dan menyempatkan waktu 1-1,5 jam untuk olahraga lari..
Shella Rafiqah Ully
16 September 2020
Benarkah Mandi di Malam Hari Berbahaya Bagi Kesehatan?
Mitosnya mandi malam di hari bisa menyebabkan rematik dan masuk angin, benarkah?..
dr. Alvin Wijaya
08 September 2020