Lemonilo
Kategori
Search Icon
Cart
Lemonilo
Home Icon
Kesehatan Mental

Termasuk Self Love, Begini Cara Memprioritaskan Diri Sendiri Sebelum Orang Lain

Mondials Anindhita
Mondials Anindhita
02 Nov 2021
Clock Icon
6 menit
Termasuk Self Love, Begini Cara Memprioritaskan Diri Sendiri Sebelum Orang Lain

Konsep self love saat ini bisa dibilang sedang banyak digaungkan. Ada banyak ajakan dan kampanye di media sosial yang meminta kita mencintai diri sendiri terlebih dahulu sebelum mencintai orang lain. Isi kampanye itu meminta seseorang untuk lebih peduli pada diri sendiri dan merasa cukup, sebelum memiliki rasa untuk orang lain.


Namun, meski terasa mudah untuk diucapkan, konsep self love tak semudah itu untuk diaplikasikan. Kamu mungkin sering kali lupa memprioritaskan diri sendiri hanya karena merasa tidak enak jika menyinggung orang lain. Padahal banyaknya ajakan untuk memprioritaskan dan mencintai diri sendiri bukan tanpa alasan. Hal ini penting dilakukan demi kesehatan mental yang lebih baik. 


Lalu kira-kira apa saja sih yang bisa kamu lakukan untuk mulai memprioritaskan diri sendiri?


Berani Bilang Tidak untuk Hal-hal yang Dirasa Tidak Nyaman



Sumber: Freepik/picture by drobotdean


Kamu mungkin berpikir jika menerima semua permintaan dari orang lain akan membuatmu dipandang sebagai pribadi yang baik hati. Karena alasan itulah kamu selalu setuju dan melakukan semua permintaan yang datang, meski diri kamu sendiri tidak sanggup.


Mulai sekarang, kamu harus menyadari bahwa melakukan penolakan tak selamanya salah, kok. Sebagai manusia biasa, kamu pasti memiliki hal yang tidak disukai atau ketidakmampuan melakukan sesuatu. Oleh karena itu, berani bilang tidak sama sekali bukan dosa. Alih-alih dianggap sebagai pribadi yang baik hati, kamu malah akan dianggap sebagai orang yang mudah dimanfaatkan jika tidak berani memberikan penolakan.


Berhenti Menyalahkan Diri Sendiri Setiap Kegagalan Datang

Kegagalan hal yang sangat wajar terjadi dalam perjalanan hidup. Kegagalan yang datang biasanya dibarengi dengan rasa penyesalan, ketakutan, dan tentu saja kesedihan. Ketika kegagalan menimpa, secara tidak sadar kamu mungkin akan merutuki diri sendiri dan menyalahkannya atas kegagalan yang terjadi.


Pada dasarnya kegagalan bisa terjadi karena banyak faktor. Bukan berarti jika kamu gagal, itu berarti kamu tidak mampu. Ketimbang menyalahkan diri sendiri terus menerus, lebih baik segera melakukan refleksi agar bisa melangkah lebih baik ke depannya. Terus menerus menyalahkan diri sendiri tak akan membawamu kemana-mana.


(Baca Juga: Apa Itu Empathy Burnout dan Bagaimana Cara Mengatasinya?)


Luangkan Waktu untuk Hal-hal yang Kamu Sukai



Sumber: Freepik/picture by lookstudio


Me time hingga saat ini masih dianggap kegiatan tak penting oleh beberapa orang. Banyak orang yang ketika sudah melakukan pekerjaan akan lupa waktu dan selalu merasa waktunya kurang. Belum lagi apa yang dilakukan kebanyakan tuntutan dari orang lain. Karena pola yang terus terbentuk, Lemonizen jadi lupa bahwa kamu juga memiliki hal yang disukai dan berhak untuk melakukannya.


Agar tak kebablasan lalu jadi penat, lebih baik berhenti sejenak dari rutinitas yang ada. Kamu bisa meluangkan waktu sebentar untuk memanjakan diri sendiri dengan melakukan hal yang kamu suka. Tak perlu muluk-muluk, kamu bisa hanya dengan rebahan seharian di kamar untuk mengumpulkan energi kembali.


Berani Keluar dari Lingkungan Toxic

Jika kamu berada di sebuah lingkungan toxic atau berada di dekat mereka yang suka menebar aura negatif, bukan tidak mungkin akan membuatmu semakin membenci diri sendiri. Dengan segala tuntutan dan ekspektasi yang diberikan, kamu mungkin akan merasa tak akan pernah cukup sebagai seorang pribadi dan merasa tidak diterima oleh lingkungan.


Sebelum berdampak lebih jauh, lebih baik kamu mengumpulkan keberanian untuk keluar dari lingkungan yang tidak suportif sama sekali. Berhasil keluar dari lingkungan seperti ini nantinya seakan bisa mengangkat satu beban hidup yang selama ini kamu pikul.


(Baca Juga: Sebelum Curhat, Kenali Dulu Ciri-ciri Pendengar yang Baik Berikut Ini)


Biarkan Diri Sendiri Juga Merasakan Lelah



Sumber: Freepik/picture by diana.grytsku


Padatnya rutinitas terkadang membuat kamu melupakan rasa lelah. Apalagi jika melihat orang lain bekerja dengan giat seakan tak mengenal rasa lelah. Sehingga ketika kamu merasa lelah sedikit saja, kamu akan merasa bersalah dan malu karena menganggap diri sendiri bermalas-malasan.


Padahal merasa lelah menjadi tanda bagi tubuh untuk berhenti sejenak. Tubuhmu bukan barang yang bisa digunakan secara non-stop. Kamu, tubuh, dan pikiran juga perlu beristirahat dari segala rutinitas. Dan rasa lelah adalah hal wajar yang bisa kamu rasakan tanpa perlu merasa bersalah. Berhenti mengejar standar orang lain hanya karena ingin dapat pengakuan. Buat standar bagi dirimu sendiri dan tak apa jika sesekali merasa lelah. Kamu sudah cukup berusaha dan melakukannya sangat baik sampai detik ini.


(Baca Juga: Memasak Bisa Bantu Tingkatkan Kesehatan Mental, Benarkah?)


Lalu apakah memprioritaskan diri sendiri menjadi hal yang mudah untuk dilakukan? Tentu saja tidak jawabannya. Mungkin ada banyak peran yang harus dilakukan sehingga kamu lupa siapa dirimu sebenarnya. Jika sudah di tahap ini, kamu perlu berpikir kembali tentang apa tujuan hidup yang ingin dicapai.


Selain itu, perlu adanya kesadaran bahwa bahagia hanya diri kamu sendiri yang bisa menciptakannya. Jadi, berhenti membandingkan hidup orang lain dengan hidupmu sendiri. Bahagia harus kamu yang ciptakan, salah satunya dengan memprioritaskan diri sendiri.

Komentar
Belum ada komentar.

Customer Service

(+62) 21 4020 0788

Alamat

Unifam Tower Unit 2FG
Jl. Panjang Blok A3 No. 1 Kedoya Utara, RT.2/RW.7
Jakarta Barat, DKI Jakarta 11520
Indonesia

Ikuti Kami

Download Aplikasi Kami

Lemonilo
Lemonilo
Copyright © 2016-2021 PT. Lemonilo Indonesia Hebat. All rights reserved.