Triclosan & SLS/SLES: Bahan Kimia Berpotensi Bahaya dalam Hand Sanitizer

10 Jul 2020 @ 14:58:48
Di masa pandemi covid-19 seperti sekarang, kita diharuskan semakin peduli dengan kebersihan tubuh. Terlebih kebersihan tangan.

Sejak virus covid-19 mewabah, kampanye untuk sering mencuci tangan memang gencar digaungkan. Sebab mencuci tangan selama minimal 20 detik menggunakan sabun dan air mengalir adalah cara paling ampuh menjaga diri dari virus dan bakteri yang menempel di tangan. Sementara jika belum memungkinkan untuk mencuci tangan, penggunaan hand sanitizer bisa menjadi pilihan.

Masifnya penggunaan hand sanitizer di masa-masa sekarang membuat kita tak boleh lengah dan harus tetap waspada dengan kandungan bahan di dalamnya. Ternyata, ada lho kandungan bahan kimia berpotensi bahaya pada hand sanitizer. Coba cek kembali kandungan hand sanitizer mu, apakah kamu menemukan dua bahan kimia berpotensi bahaya berikut?

Triclosan

Seperti dijelaskan dalam jurnal Triclosan: Current Status, Occurrence, Environmental Risks and Bioaccumulation Potential dari US National Library of Medicine National Institue of Health, Triclosan adalah bahan antibakteri yang banyak digunakan dalam produk-produk kebutuhan sehari-hari. Seperti misalnya sampo, sabun, deterjen, hand sanitizer, dan sebagainya.

Triclosan selama ini memang dikenal bisa membunuh bakteri yang berbahaya, namun beberapa penelitian menunjukkan bahwa Triclosan memiliki efek buruk bagi kesehatan tubuh. US Food and Drug Administration bahkan telah melarang penggunaan Triclosan sebagai salah satu kandungan bahan kimia dalam pembuatan hand sanitizer sejak tahun 2016.

Janet Woodcock, M.D. selaku Direktur FDA’s Center for Drug Evaluation and Research mengatakan keputusan melarang penggunaan Triclosan dalam pembuatan hand sanitizer bertujuan untuk meyakinkan konsumen bahwa hand sanitizer yang beredar dan mereka gunakan saat tak memiliki akses mencuci tangan adalah aman dan tidak mengandung bahan-bahan kimia berbahaya.
Penelitian lain berjudul Triclosan Exposure, Transformation, and Human Health Effects tahun 2017 menyebutkan data tentang bahaya Triclosan dari yang awalnya minim kini menjadi semakin kuat. Triclosan ditemukan memiliki asosiasi dengan perkembangan sel kanker dan penurunan fungsi kardiovaskuler pada tikus. 

Sementara penelitian yang dilakukan pada manusia, ditemukan bahwa penggunaan Triclosan dapat menyebabkan efek negatif pada sistem endokrin/hormon yang berdampak pada fertilitas dan perkembangan janin.

Selain itu, dijelaskan pula dalam US Food and Drug Administration penggunaan Triclosan juga bisa membuat bakteri yang terpapar menjadi resisten. Sehingga dikhawatirkan Triclosan bisa menyebabkan resistensi antimikroba. Kondisi ini memungkinkan munculnya bakteri super kebal terhadap sebagian besar jenis antibiotik.


SLS/SLES

Sodium lauryl sulfate (SLS) and sodium laureth sulfate (SLES) adalah senyawa hasil produksi minyak bumi dan sumber tanaman lain seperti minyak kelapa dan sawit. SLS/SLES umum digunakan dalam produk kebutuhan sehari-hari salah satunya sabun dan sampo.

Fungsi utama penggunaan SLS/SLES dalam sebuah produk adalah untuk menghasilkan busa yang melimpah pada produk-produk sampo dan sabun. Meski umum digunakan, namun ternyata ada banyak kontroversi yang ditimbulkan dalam penggunaan SLS/SLES di dalam produk-produk tersebut.

Studi berjudul Long‐term repetitive sodium lauryl sulfate‐induced irritation of the skin: an in vivo study menyimpulkan paparan jangka panjang SLS bisa menyebabkan iritasi pada kulit. Sementara dalam paparan Healthline dijelaskan SLS/SLES dapat menyebabkan iritasi kulit, paru-paru, dan mata.

Perhatian utama tentang SLS/SLES bergantung dari proses produksinya, dua senyawa ini dapat terkontaminasi oleh bahan bersifat karsinogenik yang mana bisa menyebabkan kanker, seperti 1,4-dioxane dan etilen oksida. 

1,4-dioxane bisa dihilangkan ketika proses produksi dengan cara vacuum stripping, namun hingga saat ini, belum ditemukan cara yang mudah untuk mengetahui apakah seluruh produk yang mengandung SLS/SLES sudah melalui proses ini.

Sampai sekarang, belum ditemukan adanya bukti ilmiah bahwa SLS/SLES bersifat karsinogenik atau dapat diserap oleh tubuh, namun disarankan untuk orang dengan kulit sensitif untuk menghindari SLS/SLES untuk mencegah iritasi pada kulit.

Untuk menghindari risiko-risiko tersebut, sebaiknya hindari hand sanitizer yang mengandung kedua bahan kimia tersebut. Untuk menjaga kebersihan tangan dan penyebaran virus serta bakteri, selalu disarankan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Jika sabun dan air mengalir tidak tersedia, disarankan menggunakan hand sanitizerdengan kandungan alkohol minimal 60 persen.


Artikel Terkait

Kurang Minum Sebabkan Dehidrasi, Apa Gejala dan cara Mengobatinya?
Kebiasaan minum yang sangat sedikit bisa menyebabkan dehidrasi tubuh, lalu bagaimana cara jika dehidrasi sudah terlanjur..
Rizki Indra
31 Juli 2020
7 Manfaat Senam Kegel, Bagaimana Cara Melakukanya?
Senam kegel memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, khususnya bagi para wanita. Inilah berbagai manfaat tersebut...
Rizki Indra
31 Juli 2020
Apa Kabar Ayla Dimitri, Our Lemonilo Crush July Selama Pandemi?
Ayla Dimitri justru menemukan banyak hal baru bagi dirinya selama quarantine di masa pandemi..
Shella Rafiqah Ully
31 Juli 2020