Untuk Tenaga Medis yang Sedang Berjuang, Maafkan Kami Membuat Perjuangan Kalian Kian Berat

23 Mei 2020 @ 00:39:04
Teruntuk para tenaga medis, rasa-rasanya perjuangan kalian makin berat dari hari ke hari. Karena sebagian besar dari kami yang mulai tak peduli dengan wabah virus dan melanggar aturan untuk kesenangan diri sendiri.

Kami tak lagi bisa membayangkan seberapa lelah kalian saat ini. Menjadi garda terdepan untuk melawan Covid-19 selama berbulan-bulan, namun banyak dari kami yang justru tak peduli dengan perjuangan kalian. Dan memilih berjubel di pusat perbelanjaan hanya demi sebuah baju baru yang tak bermakna. Banyak dari kami yang lebih takut tak memiliki baju baru, ketimbang terinfeksi virus.

Hingga akhirnya tagar #IndonesiaTerserah pun menggema. Bukti kesabaran tenaga medis di negeri ini ternyata masih ada batasnya. Namun kami sungguh tak tahu malu. Di saat para tenaga medis mungkin sudah sangat kelelahan, kami meminta kalian untuk terus berjuang memerangi virus hingga pandemi berakhir, entah kapan.

Kalian pasti kesal dengan kami semua yang terus abai, namun terima kasih karena sudah tetap bertahan dan berjuang untuk orang-orang abai ini dengan ikhlas. Terima kasih sudah berjuang melawan pandemi hingga mengorbankan nyawa sendiri. Jumlah tenaga medis yang akhirnya berpulang sudah cukup banyak, namun tak membuat mereka yang tersisa menyerah begitu saja.

Kami mohon untuk tetap berjuang. Masih ada kami yang memilih tetap di rumah saja, meski godaan untuk melanggar aturan begitu besar. Namun kami memilih bergeming, karena tahu tingkah konyol kami nantinya bisa makin membahayakan keselamatan para tenaga medis.

Terima kasih sudah mengorbankan segala yang kalian miliki. Mulai dari waktu, tenaga, hingga kerelaan untuk berpisah dalam waktu yang lama dengan orang-orang terkasih. Banyak tenaga medis yang sudah berbulan-bulan tak bisa memeluk dan mengecup anak-anak mereka. Padahal rasa rindu kepada keluarga mungkin sudah membuncah.

Namun para tenaga medis ini memilih untuk menjauh, agar tak menjadi carrier virus bagi keluarga di rumah. Lagi-lagi, terima kasih sudah bertahan menghadapi kondisi yang sangat sulit ini. Terima kasih dengan sukarela mengutamakan kepentingan orang banyak ketimbang kepentingan diri sendiri.

Dan kita semua tahu, kondisi ini belum akan membaik saat nanti Idul Fitri tiba. Hari raya umat muslim ini akan dirayakan berbeda tahun ini. Banyak tenaga medis yang tak akan bisa berkumpul dengan keluarga untuk merayakan hari kemenangan setelah sebulan penuh beribadah puasa. Mereka harus tetap berjibaku di pusat-pusat medis untuk merawat para pasien.

Namun semoga hal itu tak melunturkan makna Idul Fitri tahun ini. Meski tak ada takbir keliling, salat ied berjamaah, dan kegiatan sillaturahmi, Idul Fitri tetap akan menjadi hari kemenangan bagi seluruh muslim di dunia.

Teruntuk para tenaga medis di Indonesia, selamat merayakan Idul Fitri di tahun ini meski dengan cara yang berbeda. Di momen ini pula, kami ingin memohon maaf sebesarnya atas banyaknya tindakan kami yang mengabaikan aturan di masa pandemi. Kami juga mohon maaf karena banyak di antara kami yang terus lalai dan secara tidak langsung membahayakan keselamatan para tenaga medis.

Memang tak ada lagi kata yang paling pantas diucapkan kepada para tenaga medis selain maaf. Mohon maaf sudah membuat perjuangan kalian melawan wabah virus Corona makin panjang dan berat.

Semoga Idul Fitri tahun ini bisa menyadarkan kita semua, bahwa melawan wabah ini tak bisa dilakukan oleh tenaga medis saja. Tetapi juga kesadaran kolektif dari masyarakat untuk sama-sama menjaga orang-orang sekitarnya dengan melakukan upaya penekanan angka penularan.

Sekali lagi teruntuk para tenaga medis, terima kasih tetap berbesar hati menjalankan tugas tanpa pamrih. Kalian adalah pahlawan negeri, yang paling kami bisa andalkan saat ini.